Arisan: Tabungan atau Biaya?

Saya yakin kalau sebagian besar dari kita, suka atau tidak, pasti ikut dalam paling tidak 1 jenis arisan. Arisan kantor, arisan keluarga, arisan teman kuliah, dll, pasti kita ikuti baik dengan alasan untuk menjalin kekerabatan maupun karena terpaksa. Biasanya periode arisan adalah bulanan dengan nominal yang lumayan besar.

Nah, bagaimana kalau ternyata kita mengikuti lebih dari satu arisan setiap bulannya? Bagaimana kalau pasangan kita pun mengikuti arisan lain di lingkungan kerja atau pertemanannya?

Tentu saja uang untuk arisan yang harus kita keluarkan tiap bulan menjadi cukup besar bahkan bisa jadi memiliki bobot yang cukup signifikan dalam anggaran rutin keluarga.

Arisan: tabungan atau biaya?

Pertanyaannya sekarang, sebagai apakah “arisan” harus digolongkan dalam penyusunan anggaran rutin atau cash flow bulanan keluarga? Gampangnya, arisan itu tabungan atau biaya sih?

Arisan adalah Tabungan

Arisan bisa ditempatkan dalam pos tabungan hanya jika anda mempunyai komitmen dan kebiasaan untuk selalu memasukkan semua uang kemenangan arisan dalam tabungan setiap kali tiba giliran anda menang. Dengan kata lain selama periode pembayaran arisan, anggap saja itu adalah tabungan sementara tanpa bunga yang pada waktunya akan dimasukkan ke rekening pribadi kita.

Arisan adalah Beban

Arisan harus digolongkan sebagai beban jika kita terbiasa untuk memandang arisan sebagai pos baru untuk berbelanja. Harus diakui kalau disinilah uang arisan paling banyak digolongkan. Kenapa? Karena sebagian besar orang selalu berbahagia begitu memenangkan arisan dan biasanya langsung diikuti dengan rencana-rencana konsumtif.

Pengalaman pribadi

Bagaimana prakteknya dalam keluarga saya? Jujur aja saya terpaksa membagi arisan ini dalam dua kategori untuk penyusunan anggaran rumah tangga.
Yang pertama, kategori tabungan. Ini berisi anggaran arisan saya di kantor, yang mana selalu dengan disiplin saya tabung setiap kali mendapat giliran menang.
Yang kedua, kategori beban. Pos ini berisi semua arisan yang diikuti istri saya. Kenapa begitu? Karena istri saya termasuk golongan orang pada umumnya yang menganggap arisan sama seperti halnya menang lotre sehingga sudah sewajarnya langsung dihabiskan untuk berbelanja.

Tabungan atau beban: tergantung perlakuannya

Saya tidak bertujuan untuk memberikan judgement bahwa arisan yang bisa diperlakukan sebagai tabungan lebih baik daripada menganggap hal tersebut sebagai beban dalam penyusunan anggaran rumah tangga.
Intinya, anda harus mengetahui dengan pasti tentang karakter keluarga anda dalam memperlakukan uang arisan. Arisan sebagai tabungan tentu akan menjadi sesuatu yang baik. Namun jika memang anda terbiasa untuk membelanjakan uang arisan tersebut, maka biasakan untuk memperlakukan biaya arisan setiap bulannya sebagai biaya yang hilang dari pendapatan anda, dan pastikan anda memiliki rencana yang pasti mengenai penggunaan uang kemenangan arisan nanti.
Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah pengaturan batasan arisan yang diikuti agar tidak memberatkan cash flow rutin keluarga.
Happy arisan…

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: