3 Aspek Terpenting dalam Investasi

Apa investasi terbaik saat ini?

Sekilas pertanyaan tentang aspek terpenting dalam investasi tuh berat banget ya, hehehe. Jarang juga yang nanya tentang ini. Pengalaman saya, orang lebih sering bertanya: apa investasi terbaik saat ini? Sering banget tuh saya ditanya seperti itu. Dan akibat pertanyaan ini, banyak sekali jenis-jenis investasi yang mengaku “terbaik” muncul di google, hehehe…

Sebelum kita bahas lebih lanjut, boleh disimak dulu sedikit tulisan mengenai investasi yang pernah saya buat mengenai pengertian umum investasi dan investasi yang sesuai untuk diri kita.

Kenapa pemahaman tentang aspek terpenting dalam investasi ini menjadi krusial? Selain untuk menjawab jenis investsi terbaik, juga karena investasi adalah hal yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan. Sayangnya masih banyak yang menghindari berinvestasi karena berbagai alasan, terutama karena takut ataupun tidak mengerti.

Pemahaman salah tentang investasi

Beberapa saudara saya suka terkagum-kagum dengan kata investasi. Menurut mereka jika ada yang nyebutin kata “investasi”, kesannya cool dan pinter banget, hehehe. Benar demikian? Kita bahas yuk.

Setidaknya ada 3 pemahaman yang salah mengenai investasi antara lain:

1. Investasi = instrumen keuangan

Salah. Instrumen keuangan seperti saham, produk perbankan, surat utang (ORI, sukuk) reksadana adalah jenis instrumen keuangan yang digunakan untuk investasi. Namun selain itu masih banyak instrumen/alat lain yang bisa dijadikan alat investasi. Contohnya properti, emas, atau barang-barang hobi lainnya.

2. Investasi = judi

Salah lagi. Investasi membutuhkan pemahaman dan perhitungan/analisa yang matang akan instrumen yang digunakan. Ada peluang untuk untung besar, untung sedang, untung kecil dan bahkan rugi. Sedangkan judi lebih bersifat spekulasi tanpa menggunakan perhitungan dan analisa, dengan hasil akhir berupa menang atau kalah. Ini akan kita bahas di topik selanjutnya yah.

[Simak ulasan lengkap topik investasi vs judi ini di Perbedaan Investasi dan Judi]

3. Investasi hanya untuk orang pintar

Ini biasanya dikaitkan dengan poin no 1 di atas. Pada kenyataannya? Semua orang bisa melakukan investasi. Tidak peduli pada latar belakang pendidikan, jenis kelamin, lokasi tempat tinggal, dll.

Setiap orang punya pemahaman akan instrumen yang mereka gunakan dan punya harapan keuntungan dan toleransi risiko yang berbeda-beda. Lebih jelasnya yuk kita bahas dibawah.

Aspek terpenting dalam berinvestasi

Ada 3 hal mendasar yang harus diketahui oleh setiap orang sebelum mulai memutuskan instrumen investasi terbaik yang akan digunakan.

1. Pemahaman atas instrumen investasi yang digunakan

Buat saya, ini aspek yang terpenting. Tanpa pemahaman mengenai instrumen/alat investasi yang kita gunakan, maka apa yang kita lakukan cenderung menjadi seperti berjudi.

Contoh gampang, ambil saja saham. Ini jelas-jelas produk investasi, diatur juga dengan khusus oleh Undang-Undang Pasar Modal. Tapi banyak lho orang yang memberi cap “judi” atau “spekulasi” terhadap saham. Kenapa? Karena pengalaman dari orang-orang yang merugi di investasi saham sebagai akibat dari ketidakpahaman atas saham itu sendiri.

Balik ke pertanyaan di atas: jadi investasi apa yang paling bagus sekarang ini? Nah disini relasinya. Karena kriteria “terbaik” harus timbul dari pemahaman yang baik juga.

Imbal hasil vs risiko

Selain paham atas karakter alat investasi, kita juga harus paham akan potensi imbal hasil yang bisa diperoleh dan risiko yang kemungkinan terjadi. Dalam investasi, ini dua hal yang selalu ada. Semakin tinggi imbal hasil yang bisa dicapai, semakin tinggi juga risiko yang harus kita hadapi.

Jika sampai ada yang menawarkan instrumen investasi dengan imbal hasil tinggi dan risiko rendah, hati-hati, anda sedang masuk dalam percobaan penipuan 🙂

Kenali pasar alat investasi

Trus apa saja yang termasuk alat investasi? Jawabannya: semua alat yang ada pasarnya. Pasar disini maksudnya bukan bentuk pasar fisik lho ya, tapi ada permintaan dan penawaran disana. Tanpa paham mengenai alat investasi, anda mustahil paham mengenai harga wajar alat tersebut di pasarnya.

Contoh: batu akik, lukisan, tanaman

Masuk contoh aja lah ya. Kalau produk keuangan, pasar modal, emas atau property mah jangan ditanya. Semua juga tau itu investasi. Gimana kalau batu akik yang sempat ngetrend tahun lalu? Apakah itu alat investasi?

Buat saya jelas bukan. Saya ngga suka dan ngga paham batu akik. Kalau dipaksain invest disini sih jelas saya akan jadi sasaran empuk untuk ditipu.

Tapi ada seorang teman baik saya yang menghasilkan banyak uang dari perdagangan batu akik ini. Sistemnya buy low sell high atau buy high sell higher. Kok bisa? Karena dia sangat paham tentang dunia batu akik, termasuk permintaan dan penawaran yang ada.

[BACA JUGA: Ingin berinvestasi di batu mulia? Simak beberapa artikel yang mungkin bisa membantu: Definisi Batu Mulia, Panduan Memilih Batu Mulia dan Tips Berinvestasi Batu Mulia]

Gimana kalau lukisan? Sama nih. Buat saya lukisan-lukisan mahal dan murah sama saja keliahatannya. Tapi buat pencinta seni, lain cerita. Alat yang lain, perangko misalnya. Sama juga, ini menjadi investasi yang menguntungkan, yang berangkat dari hobi dan pemahaman yang kuat akan alat tersebut.

Atau yang dulu sempat heboh, tumbuhan gelombang cinta. Masih ingat? Untuk awal-awal, bisa jadi ini investasi yang menarik untuk yang paham sekali dengan tanaman ini. Lama kelamaaan makin banyak yang kurang paham ikut-ikutan masuk kesini, dan akhirnya tumbuhan itu kembali menjadi tumbuhan biasa. Siapa yang untung disini? Yang paham dan mengikuti marketnya 🙂

Udah panjang nih, padahal baru 1 poin, hehehe. Tapi kira-kira itu lah ya intinya, pahami pasar dari alat investasi yang akan digunakan. Pemahaman ini yang menentukan “investasi terbaik” untuk kita.

2. Kenali imbal hasil yang diperoleh

Sebelum investasi kan pastinya kita punya tujuan dong. Saya ngga akan bahas lah tujuan-tujuan ini, pasti anda sudah sering baca tulisan-tulisan financial planner tentang ini. Nah tapi dasar dari semua tujuan itu pasti satu hal: inflasi. Ada yang ngga paham inflasi? Googling!! 🙂

So, jelas hasil investasi harus lebih tinggi dari inflasi. Hasil investasi harus lebih besar dari kenaikan uang pangkal di sekolah incaran. Harus lebih tinggi juga dari kenaikan harga tahunan paket liburan ke Eropa.

Jadi jangan mengejar tujuan tinggi dengan alat investasi berimbal hasil rendah. Ibarat mau lawan musuh yang besar, jangan cuma pake ketapel. Pake senjata yang gedean. Lho, tapi buktinya Nabi Daud bisa ngalahin lawan yang besar dengan senjata kecil? Okeh, jangan dibahas.

3. Pahami jangka waktu investasi

Instrumen investasi yang tepat juga ditentukan oleh jangka waktu investasi yang diinginkan. Terkait tujuan tentunya. Jika mau liburan tahun depan, duitnya jangan diinvestasikan di properti. Repot ntar kalau mau liburan tapi rumahnya belum kejual, hehehe #contohekstrem

Maksudnya gini, instrumen investasi harus disesuaikan dengan jangka waktu tujuan yang ingin dicapai. Jika tujuannya masih lama, boleh saja menggunakan instrumen investasi dengan fluktuasi lebih tinggi, karena menawarkan imbal hasil lebih tinggi dengan risiko yang tidak rendah.

Demikian juga jika dana yang diinvestasikan ingin digunakan dalam jangka pendek. Akan lebih bijaksana anda berinvestasi di instrumen dengan imbal hasil stabil seperti deposito perbankan ataupun reksadana pasar uang.

Kesimpulan

So, apa instrumen investasi terbaik buat anda? Udah gampang lah ya jawabnya. Intinya, pahamilah semua aspek dalam instrumen investasi sejelas mungkin sebelum anda menjatuhkan pilihan di salah instrumen investasi. Jangan cuma sekedar ikut-ikutan trend atau kata-kata orang lain.

Kenapa demikian? Karena instrumen investasi terbaik berbeda untuk setiap orang. Investasi terbaik buat saya belum tentu terbaik buat anda, demikian pula sebaliknya.

So, pahami dengan baik, dan selamat berinvestasi…

 

Image: http://m.c.lnkd.licdn.com

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: