Asuransi Jiwa Karena Kecelakaan


Setelah sekian lama akhirnya saya bisa kembali menulis blog ini lagi. Tenyata merepotkan juga punya anak yg baru memasuki usia aktif, sangat menyita waktu, walopun di sisi lain sangat-sangat menyenangkan.
Kali ini saya akan sedikit sharing mengenai sebuah produk asuransi jiwa yg menurut saya agak unik, karna hanya mencover jiwa si tertanggung jika meninggal karena kecelakaan. Yes, namanya asuransi jiwa karena kecelakaan.
Jujur saya baru kali ini ketemu produk seperti ini, yg merupakan besutan perusahaan asuransi lokal milik salah satu grup konglomerat kondang. Dan karna kebetulan saya memegang kartu kredit bank dlm grup tersebut, akhirnya saya menjadi salah satu mangsa empuk perusahaan asuransi ini. Minimal 1 kali saya ditelpon setiap bulan, oleh orang yg berbeda-beda.
Hasilnya? Ya saya tolak.

Asuransi jiwa karena kecelakaan

Ringkasnya, asuransi jiwa karena kecelakaan ini menawarkan perlindungan jiwa terhadap kecelakaan jenis apapun yg menyebabkan si tertanggung meninggal dunia, baik itu kecelakaan di jalan raya, jatuh dari pohon, olahraga, kepleset, dll. Pokoknya semuanya, tak terkecuali.

Ini nih yg jadi bahan jualannya para marketing itu, karena menurut mereka, kecelakaan bisa terjadi kapan saja sehingga keluarga harus dilindungi dari risiko meninggalnya sang kepala keluarga.

Pembatasan resiko yang ditanggung

Tidak ada masalah dgn konsep perlindungannya, saya setuju bahwa kepala keluarga harus punya perlindungan asuransi. Yang saya tidak setuju adalah kenapa juga hanya membatasi diri tehadap risiko kecelakaan saja. Saya selalu nanya setiap kali ditelpon: (1) gimana kalo meninggal karna sakit? (2) gimana kalo saya kecelakaan dan mengalami cacat tetap? Ternyata kedua hal itu tidak dicover oleh produk ini. Ajaib!!

Meninggal karena sakit vs karena kecelakaan

Pertanyaannya, lebih besar mana prosentase orang yg meninggal karna sakit dibanding yg meninggal karna kecelakaan? Dalam hal ini kecelakaan tidak hanya terbatas pada kecelakaan lalu lintas lho ya. Kemudian, mana yg lebih mungkin terjadi pada korban kecelakaan, meninggal atau cacat? Saya yakin jawabannya adalah sakit utk pertanyaan pertama, dan cacat utk pertanyaan kedua.
Ada seorang salesnya yg tetep maksa: tapi pak, skarang orang maen futsal aja bisa meninggal lho pak. Bener sih, tapi hampir semua orang yg meningal saat maen futsal pasti masuk berita, dan itu bisa dihitung. Tapi orang-orang yg patah kaki atau cacat tetap karna maen futsal or olahraga lain ngga pernah masuk berita.

Kenapa? Karena banyak banget bos. So silakan dibandingin aja probabilitanya.

Lagian, ujungnya kan satu: mencover diri dari risiko meninggal. Lah ngapain jg pake milih-milih cara meninggalnya untuk diasuransiin? Pake saja asuransi jiwa biasa, sudah pasti mengcover kematian yg disebabkan oleh semua hal, termasuk bunuh diri (eh ini beneran lho, coba deh cek polis masing-masing, tapi emang ada aturan periodenya). Gitu aja kok repot.

Ada satu mbak-mbak yg masih mencoba membujuk saya: tapi kan pak, kecelakaan itu kan ngga bisa diprediksi, bisa menybabkan meninggal dunia kapan aja. Duh mbak, emang sejak kapan ada kematian yg bisa diprediksi? Hehehe… Tapi mbaknya masih berargumen: lha kan kalo orang kanker gitu kan udah bisa diprediksi umurnya, sehingga keluarga bisa siap-siap dengan asuransinya. Yeah, sejak kapan ada asuransi yang mau mengcover orang yg udah divonis bakal meninggal? Ada-ada aja nih si mbak.

Kesimpulan

So, kesimpulannya, carilah asuransi jiwa biasa yg mengcover jiwa anda dari kematian. Itu aja, titik. Ngga perlu pake persyaratan karna apa meninggalnya. Lebih baik lagi jika ditambah dgn perlindungan risiko cacat tetap. Dengan begitu maka anda akan terlindungi dari semua risiko, dan tidak perlu membuang-buang premi untuk produk dgn perlindungan setengah-setengah.

Selamat berasuransi.

 

Image: sciencenews.org

2 Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: