Bloody Friday: Tenang aja…

Luar biasa hari Jumat (5 Agustus 2011) kemarin. Tiba-tiba bursa global, termasuk Indonesia ambles ngga kira-kira. Semua bursa di dunia kompak memerah dengan persentase penurunan yang juga di atas kisaran normal.

IHSG langsung anjlok 200,44 poin or turun 4.86%, yang langsung berdampak pada penurunan semua RD saham dengan kisaran persentase serupa. Katanya sih ini semua karena dampak ancaman downgrade peringkat utang AS oleh S&P dan juga ancaman krisis di beberapa negara Eropa yang masih belum teratasi.

Tapi apapun alasannya, itu bukan topik yang akan saya bahas kali ini. Yang akan saya bahas adalah dampak dari kejadian tersebut kepada portfolio investasi saya, kepanikan yang sempat timbul dan langkah yang sebaiknya dilakukan (menurut saya).
Kemarin itu, saya dan beberapa teman saya benar-benar sibuk mengamati pergerakan IHSG melalui internet. Bukan apa-apa, ini kan benar-benar cerminan terhadap portfolio reksadana (RD) saham kami. Beberapa teman malah ada yang sudah panik, sampai sudah berpikiran untuk melakukan cut loss. Ada juga yang kesal akibat penurunan yang begitu tajam walaupun tetap menghibur diri dengan alasan bahwa investasi yang dilakukan adalah untuk jangka panjang.

Namun ada juga beberapa yang langsung mengecek saldo rekening tabungan untuk mengambil posisi topup. Saya ada di barisan orang-orang yang bener-bener kesal. Bukan apa-apa, tapi karena sehari sebelumnya saya baru saja memindahkan RD saya ke agen penjual yang baru dengan jumlah lumayan besar.

Coba saja saya lebih bersabar 1 hari lagi, tentu jumat kemarin adalah hari dimana saya akan selalu tertawa lebar ;p Ditambah lagi kekesalan berikutnya adalah karena internet banking commbank sempet down di jumat siang.

Gimana ngga panik coba, orang lagi pingin buru-buru topup sebelum jam 1 malah terancam gagal (saya akhirnya memutuskan untuk ikutan ngintip saldo rekening dan topup memanfaatkan koreksi bursa). Untung saja internet banking tersebut kembali normal di detik-detik terakhir.

Jangan panik!

Jadi, apa yang harus dilakukan oleh para investor RD dalam menyikapi keadaan ini? Yang paling penting: jangan panik, apalagi sampai memutuskan untuk cutloss. Apa untungnya? Jika anda adalah seorang investor di RD saham tentunya anda sudah menyadari bahwa investasi di instrumen tersebut sebaiknya dilakukan untuk mencapai tujuan investasi jangka panjang.

Karena itu, apa pun yang terjadi di bursa saat ini seharusnya tidak akan memberikan dampak apa pun terhadap portfolio kita. Memang benar bahwa secara pencatatan profit RD kita akan mengalami penurunan, bahkan ada juga yang sampai menggerus modal awal.

Tapi perlu diingat, semua itu hanya hitungan di atas kertas. Bahasa keren di lingkungan kerja saya: unrealized loss. Artinya, loss hanya akan terjadi jika portfolio kita dicairkan pada saat itu juga.

Data historis pergerakan IHSG

Data historis mengenai pergerakan IHSG juga bisa dilihat untuk menambah ketenangan kita, Menurut data historis tersebut, dalam 3 tahun terakhir ini IHSG sudah mengalami 4 kali penurunan drastis namun selalu berhasil kembali ke level normal, bahkan terus mencetak rekor indeks baru (Kompas 6 Agustus 2011).

  1. Setelah mencapai level 2,400 di Mei 2008, IHSG terus mengalami penurunan akibat krisis keuangan di Amerika Serikat yang pada akhirnya mencapai titik terendah di level 1,111 pada Oktober 2008. Ini merupakan penurunan terparah yang dialami IHSG sejak krisis moneter 1998.
  2. Pada awal Mei 2010 IHSG mencapai level 2,880 namun langsung melemah signifikan menjadi 2,500 di akhir Mei 2010 akibat kekuatiran akan krisis Yunani.
  3. Setelah ditutup pada level 3,700 di akhir December 2010, IHSG terpangkas ke level 3,300 di akhir January 2011 akibat gencarnya aksi jual oleh para investor asing.
  4. Kejadian Jumat kemarin, setelah mencapai rekor tertinggi di level 4,193 pada 1 Agustus 2011, IHSG langsung terpuruk ke level 3,921.64.

Pada kejadian Mei 2008, IHSG membutuhkan waktu 1 tahun untuk kembali ke level 2,400 pada September 2009. Ini adalah waktu pemulihan terlama yang dibutuhkan IHSG untuk kembali ke level normal sebelum. Penurunan pada Mei 2010 langsung pulih 1 bulan kemudian sedangkan penurunan pada Januari 2011 sudah kembali normal di April 2011.

Saatnya menambah investasi?

Jika memungkinkan, momentum ini bisa dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menambah investasi kita, seperti yang saya dan beberapa teman lakukan. Dengan menambah investasi pada saat harga sedang terkoreksi, otomatis akan menambah besaran profit pada saat pasar saham (IHSG) kembali menuju level normal.

Apalagi kita hanyalah investor RD, yang tinggal menyetorkan dana kepada manajer investasi tanpa harus memutar otak untuk memilih saham-saham yang tepat. Beda dengan trader saham yang harus melakukan analisa lebih mendalam untuk menambah portfolio investasi mereka.

So, jangan pernah panik akibat penurunan IHSG, tapi paniklah jika kita tidak memiliki cukup idle cash untuk memanfaatkan momentum ini, hehehe….

Moral of the story

Poin penting dari kejadian ini, selalu pastikan bahwa perencanaan keuangan anda sudah menggunakan instrumen yang sesuai dengan jangka waktu yang diinginkan.

Jangan pernah menggunakan RD berbasis saham untuk mencapai tujuan dalam jangka waktu pendek atau pun menengah. Akan lebih baik jika kita menggunakan RD pendapatan tetap atau pasar uang yang berisiko lebih rendah.

Akhir kata, HAPPY TOP-UP!!! ;p

3 Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: