Cara Menyusun Neraca Keuangan Pribadi

Cara menyusun neraca keuangan pribadi / keluarga

Pentingnya penyusunan family budget

Family budget ini kayanya emang yang pertama yang mesti disusun saat mulai berkeluarga.
Iyalah, karna saat mulai menikah, income di keluarga tiba-tiba bertambah (buat keluarga yang dual income) dan jelas pengeluaran pun akan bertambah. Pengalaman gw, juga dari yang gw liat di temen2 gw, karyawan2 muda dengan umur below 30 masih punya semangat dan kepandaian yang tinggi untuk nyari income gede, tp ironisnya banyak yang ngga tau gimana me-manage expenses mereka.
Contohnya gw aja deh, gw selalu inget brapa jumlah duit yang masuk ke rekening gaji gw tiap bulan tapi bener2 ngga inget kemana aja ilangnya. Tau2 sebelom tanggal 25 tu rekening dah kosong melompong aja.
Saat berkeluarga, hal2 kaya gini mesti dipikirin baik2. Kenapa? Karena tiba2 skarang gw udah jadi kepala keluarga, yang artinya gw udah punya tanggungan yang mesti gw jaga baik2.
Gw harus mulai mikir gimana keluarga gw mesti hidup kalo gw ngga bisa kerja, gimana gw bisa ngebiayain anak gw kalo udah sekolah nanti, apa yang mesti gw lakuin biar nantinya bisa pension tanpa nyusahin anak gw, dsb.
Nah, semua itu harus dimulai dari anggaran rumah tangga, karena mau ngga mau cash flow keluarga harus dibagi juga untuk mulai berinvestasi demi ngumpulin dana-dana di atas. Blom lagi tambahan biaya rumah tangga yang harus mulai keluar karena bantuan orang tua harus mulai dikurangi (yah, secara masih nebeng ortu, otomatis biaya listrik, air, iuran keamanan, uang pembokat dll udah harus mulai gw ambil alih).

Menyusun neraca keuangan keluarga

So, langkah pertama, mulailah dengan menyusun Balance sheet aka Neraca keluarga. Penting nih, karna dari sini kita bisa tau seberapa besar nilai kekayaan bersih kita saat ini. Harusnya angkanya positive. Kalo sampe negative artinya lampu kuning untuk keuangan keluarga kita dan mau ngga mau mesti mulai disikapin dengan serius.

Trus bagaimana cara membuat Balance Sheet untuk keluarga? Bikin yang simple-simple aja, gw kasih contohnya:

Sedikit keterangan pengisian balance sheet keluarga:
1. Cash & Banks: Semua uang tunai di dompet dan kantong plus semua uang yang ada di rekening bank (termasuk juga deposito 1 or 3 bulan)
2. Emergency fund: Sesuai namanya, dana ini dimaksudkan untuk mengantasipasi keadaan darurat seperti kedukaan keluarga dekat, pernikahan keluarga dekat, penyakit parah yang tiba2 diderita oleh keluarga, atau juga dana cadangan untuk bertahan hidup kalau tiba2 di PHK or harus mengambil unpaid leave karena hal2 tertentu (Khusus mengenai Emergency Fund akan dibahas di topic selanjutnya).
3. Insurance: Semua nilai tunai dari asuransi yang kita ambil (jika ada).
4. Home: Sebaiknya menggunakan harga pasar terbaru. Atau jika kita menggunakan KPR, masukin aja harga total pembeliannya.
5. Car: Untuk nilai mobil dan kendaraan, sebaiknya menggunakan nilai perkiraan penyusutan juga setiap tahunnya. Maksudnya sih supaya nilai real asset tetap ter-update sesuai keadaan sebenarnya.
6. Motgage dan Car Loan: Cukup menggunakan nilai outstanding terakhir dari Loan yang diambil setelah dipotong cicilan yang sudah dibayar.
7. Credit Card: Maksudnya adalah semua tagihan yang belum terbayar di bulan tagihan yang seharusnya (baca: tunggakan) atau cicilan tetap untuk pembelian asset tertentu.

Sekian dulu kali yah, mudah-mudahan tips membuat balance sheet keluarga ini berguna untuk mulai ngenalin kondisi riil dari kondisi keuangan pribadi maupun keluarga. Meminjam kata2 mbak Ligwina, financial should be practical… and fun (ini tambahan dari gw ;p)

2 Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: