10 Investasi Terbaik di 2015

Investasi terbaik 2015 ini adalah salah satu postingan yang harusnya sudah dipajang di awal Januari lalu. Apa daya baru sempet ditulis sekarang, hehehe…

Di tahun 2016 ini ternyata banyak yang sudah mulai mencari tau apa sih investasi yang paling tepat untuk membiakan duit. Tau dari mana? Dari pertanyaan beberapa teman dan tentu saja keyword di Google πŸ™‚ Jawabannya banyak dan variatif, dan kebanyakan masih berbentuk proyeksi berdasarkan berbagai macam asumsi.

Ada juga saran investasi yang diberikan oleh orang yang sebenarnya bermaksud jualan. Nah daripada bingung, mendingan simak investasi terbaik di 2015 sebagai benchmark untuk memilih investasi di 2016.

Investasi terbaik di Indonesia tahun 2015 (Kontan)

Berdasarkan tulisan harian Kontan (diambil dari data Bloomberg, Infovesta dan IBPA s/d 30 Desember 2015), berikut adalah ranking investasi di Indonesia sepanjang 2015, lalu:

  1. Juara pertama investasi terbaik 2015 adalah: dollar AS, 10.88%
  2. Obligasi korporasi: 9.88%
  3. Deposito Rp (rata-rata semua bank per 29 Des 2015): 7.03% (12 bulan) dan 7.18% (1 bulan)
  4. Reksadana pasar uang: 6.43%
  5. Emas (Antam, 1 gram): 4.81%
  6. Obligasi pemerintah: 3.30%
  7. Reksadana pendapatan tetap: 3.01%
  8. Reksadana campuran: -7.58%
  9. Saham (IHSG): -12.13%
  10. Reksadana saham: -15.43%

Saham vs Dollar

Keadaan ekonomi global yang tidak mendukung benar-benar membuat saham (dan reksadana saham), yang biasanya menjadi favorit investasi, justru mengakhiri tahun 2015 sebagai investasi terburuk sepanjang tahun.

Hal sebaliknya terjadi pada USD yang makin menguat sehingga membuat nilai uang dalam Rupiah menjadi semakin tinggi. Instrumen lain yang bersifat defensif seperti obligasi, deposito dan emas juga membukukan hasil positif.

Inflasi Indonesia 2015

Sedikit tambahan, besaran inflasi Indonesia sepanjang 2015 adalah 3.35%. Artinya apa? Artinya, jika di awal 2015 lalu anda berinvestasi di instrumen Dollar AS, obligasi korporasi, deposito, reksadana pasar uang, dan emas, maka dengan sendirinya nilai kekayaan anda bertambah di akhir tahun 2015 lalu.

Dengan kata lain, hanya instrumen-instrumen investasi tersebut yang berhasil mengalahkan inflasi. Obligasi pemerintah, reksadana pendapatan tetap dan saham/reksadana saham di tahun 2015 terpaksa harus mengakui keperkasaan inflasi πŸ™‚

Solusi: Dollar cost averaging

Tapi tenang, buat anda yang melakukan investasi di reksadana atau saham secara rutin, ceritanya belum tentu seburuk itu. Dengan investasi rutin, dengan sendirinya risiko investasinya menjadi tersebar. Kadang anda masuk di saat harga saham sedang tinggi, namun terkadang masuk di saat harga sedang rendah-rendahnya sehingga memperkecil kerugian yang diderita.

Itulah kenapa strategi investasi secara rutin ini (sering disebut Dollar Cost Averaging) menjadi cara paling konservatif dalam berinvestasi. Yah walopun sedih juga sekali pasar saham turun, semua profit dalam beberapa tahun langsung tersapu habis. But it’s oke, seperti kata hashtag yang lagi ngetop: #kamitidaktakut #kamicumadegdegan πŸ™‚

 

Sekian informasi singkat tentang investasi terbaik di 2015. Semoga bermanfaat.

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: