5 Cara Mencari Investasi Yang Sesuai Dengan Diri Kita


Melanjutkan postingan saya sebelumnya, setelah tau apa beda antara menabung dan berinvestasi, dan kemudian memutuskan untuk mulai melakukan investasi, maka langkah terpenting selanjutnya adalah memilih investasi yang tepat untuk diri kita.
Kenapa ini penting? Toh investasi apapun selama bisa meningkatkan modal should be okay kan? Nop, belum tentu. Terbukti banyak juga investor yang rugi kan? Umumnya ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan kita terhadap instrumen investasi yang kita pakai, tidak sesuai dengan kebutuhan dan juga karena ketidakpahaman terhadap toleransi risiko kita sendiri.

Cara menentukan investasi yang tepat?

Bulan lalu kebetulan saya nemu 1 artikel menarik mengenai hal ini dari kantor, tepatnya dari media DPLK yang dipake kantor saya (MAPAN, Edisi No.26/Juli 2011 – Manulife Financial). Di situ mereka menyarankan bahwa untuk menentukan investasi yang cocok dengan diri kita maka ada beberapa pertanyaan yang harus kita jawab terlebih dahulu. Mari kita mulai:

#1 Apakah yang anda butuhkan: pendapatan atau pertambahan modal?

Maksudnya adalah, jika kebutuhan kita adalah ingin menikmati pendapatan secara tetap dan tidak fluktuatif dari modal, maka investasi di deposito, Reksadana (RD) pasar uang atau obligasi ritel (ORI) bisa jadi pilihan.
Di bidang real assets, contohnya adalah investasi di rumah kontrakan atau pun kos-kosan. Sebaliknya, jika kita membutuhkan pertumbuhan modal untuk suatu tujuan tertentu, maka investasi di saham (atau RD saham), emas atau jual beli properti bisa jadi pilihan. Tentu saja ini balik lagi ke tingkat toleransi risiko masing-masing pribadi (nanti dibahas di nomor 3).

#2 Berapa lama Anda akan menunggu untuk mendapatkan hasilnya?

Nah, ini penting banget nih. Kalau anda berinvestasi untuk membiayai masa pensiun nanti atau biaya pendidikan anak yang baru dibutuhkan di masa depan (dengan jangka waktu > 10 tahun), maka sah-sah saja jika instrumen berisiko tinggi seperti saham dan RD saham menjadi pilihan.
Sebaliknya, jika tujuannya membiayai anak masuk playgroup, maka sebaiknya tempatkan investasi di instrumen yang lebih tidak berfluktuasi seperti RD pendapatan tetap, RD pasar uang atau pun deposito.

#3 Berapa besar risiko yang dapat anda tolerir?

Ini adalah pertanyaan standar bagi yang baru memulai investasi di RD. Manajer investasi diharuskan untuk melakukan penjajakan awal mengenai tingkat toleransi risiko dari setiap kliennya. Kenapa ini dilakukan? Karena investasi ini juga berkaitan erat dengan karakter dan kejiwaan seseorang.
Bagi orang yang sering kuatir dengan fluktuasi investasi, kuatir dengan keadaan ekonomi (apalagi dalam keadaan ekonomi global seperti sekarang) dan bahkan mungkin sampai terbawa mimpi, maka sangat tidak disarankan untuk mengambil instrumen investasi yang berisiko tinggi.
Orang yang berusia muda juga tentu akan lebih berani mengambil risiko tinggi karena penggandaan modal adalah tujuan yang paling utama. Sebaliknya, orang yang sudah mendekati masa pensiun, umumnya akan lebih memiih instrumen dengan risiko rendah untuk mengamankan modal memasuki masa pensiunnya.

#4 Berapa tingkat pengetahuan investasi yang anda miliki?

Intinya sih gampang, jangan pernah berinvestasi di bidang yang tidak anda pahami dengan baik. Bahkan di RD pun, bentuk investasi yang sebenarnya tidak lagi membutuhkan kemampuan kita dalam hal menganalisa instrumen dasar investasi (seperti saham dan obligasi), tetap saja membutuhkan pemahaman kita mengenai karakter produk serta return dan juga fluktuasinya.
Apalagi memilih untuk berinvestasi di bidang-bidang yang sama sekali tidak kita ketahui, misalnya tawaran-tawaran di bidang agribisnis yang belakangan marak di kota-kota besar. Tidak ada masalah kok sebenarnya dengan tawaran seperti itu, yang penting anda paham aspek-aspek penting didalamnya.
Bagaimana dengan emas yang belakangan lagi naik daun? Memang sih harganya lagi naik beberapa tahun terakhir dan katanya harga emas itu akan naik terus dan tidak akan pernah turun. Benarkah? Kalau berdasarkan data historis sih jawabannya: salah besar. So, ngga boleh gitu investasi di emas? Bukan gitu, boleh banget tentunya, asalkan anda pahami dulu karakter emas dan risikonya.
Warren Buffet (investor terkaya di dunia, orang terkaya no 3 dunia tahun 2011 versi Forbes) pernah menuliskan satu hal yang saya ingat sampai sekarang: “Bill Gates adalah teman baik saya, namun saya tidak pernah berinvestasi di saham Microsoft karena saya tidak paham mengenai komputer dan industrinya”. Tapi ini dulu lho, kali-kali aja sekarang udah makin ngerti sejalan dengan makin banyaknya kultwit mengenai investasi, hihihi….

#5 Berapa banyak waktu yang anda dedikasikan untuk investasi anda?

Ada temen saya yang suka sekali berinvestasi di saham. Setiap hari di kantor selalu menyempatkan diri untuk memantau pergerakan portfolionya. Karena itu pun dirasa masih belum optimal, akhirnya beliau memutuskan untuk resign dan berkonsentrasi dalam trading saham.
Poinnya adalah, semakin rumit dan semakin detil investasi yang dipilihdan return yang diharapkan, maka waktu yang harus dialokasikan pun tentunya akan semakin banyak. Untuk investasi di property pun kita harus bisa meluangkan waktu untuk mencari property-property yang termasuk kategori hot deal (meminjam istilahnya Joe Hartanto). Kalau anda adalah pekerja kantoran yang tidak memiliki banyak waktu luang, maka investasi melalui RD, deposito atau emas bisa jadi pilihan termudah.

Penutup

So, apakah investasi anda sudah sesuai dengan diri anda? Mudah-mudahan…. Yang paling penting adalah, apapun investasi pilihan anda, pastikan minumnya Teh Botol Sosro. Eh salah, hihihi… Pastikan produk tersebut sudah anda pahami serta telah sesuai dengan tujuan dan karakter anda.

Jangan pernah berinvestasi dengan modal utama “ikut-ikutan”, karena pada saat terjadi sesuatu dengan investasi tersebut, dampak terhadap orang yang paham dan yang awam akan sangat berbeda.

Selamat berinvestasi.

5 Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: