Ingin Menjadi Orang Kreatif? Ini Kiat-Kiatnya

Indonesia Knowledge Forum V (IKF V)

Indonesia Knowledge Forum V

Indonesia Knowledge Forum V

Saya bersukur sekali bisa mendapat kesempatan menghadiri acara Conference & Expo Indonesia Knowledge Forum (IKF) V, yang diselenggarakan oleh BCA Learning Center, dengan mengangkat tema Moving Our Nation to the Next Level: Optimizing Knowledge and Creativity to Ride the Wave of New Generation in Accelerating Indonesia Economy. Panjang amat yak? Hehehe… Tapi beneran sesuai dengan isi acaranya.

So, dari acara tanggal 6-7 Oktober 2016 kemarin itu, saya coba sharing mengenai kiat menjadi kreatif yang saya ambil dari beberapa kelas pembicara yang saya ikuti. Tujuan saya mengikuti acara ini adalah untuk menambah wawasan mengenai kretifitas, dan saya bersukur bisa mendapatkan ilmu dari beberapa pakar di bidang tersebut.

Baca juga tulisan tentang kreatifitas: Orang kreatif

Kiat menjadi kreatif

Kreatif: diciptakan melalui proses

Creativity: pengungkapan ide dengan cara yang tidak terpikirkan oleh banyak orang – Yohanes Surya

Pernyataan Pak Yohanes Surya banyak yang menarik perhatian saya. Salah satunya adalah bahwa tidak ada anak yang terlahir bodoh. Otak manusia adalah sama saat dilahirkan, dan tingkat kejeniusan ditentukan oleh proses.

Hal-hal kreatif biasanya timbul karena otak berada dalam tekanan, yang memaksa sel-sel didalamnya saling bertemu dan mengatur diri. Akibatnya, muncul banyak ide kreatif yang ujungnya menghasilkan satu atau beberapa solusi kreatif yang tepat untuk keluar dari kondisi kritis.

So jika sekarang kita berada dalam tekanan dalam pekerjaan atau usaha, jangan takut dan panik, itu adalah proses untuk mengasah kreatifitas, hehehe…

Kreatif bukan selalu berarti yang pertama

Menjadi kreatif bukan berarti selalu menjadi yang pertama dalam segala hal – William Tanuwijaya

Ini ditegaskan oleh William Tanuwijaya, founder dan CEO Tokopedia. Sebelum Google, sudah ada search engine lain seperti Yahoo dan Altavista. Facebook lahir dengan menantang nama besar My Space pada jamannya.

Kunci untuk bisa berkompetisi dengan pesaing adalah: kreativitas. Kreatif disini adalah kegiatan untuk menghadirkan sesuatu yang lebih dan berbeda dengan produk para pesaing yang sudah mapan.

Kreatif ini juga nantinya akan berhubungan erat dengan proses branding pada apapun yang kita kerjakan (baik produk maupun jasa). Menurut Pandji Pragiwaksono, seorang stand-up comedian dan indipreneur, branding adalah janji. Jangan pernah merusak janji ini karena akan merusak branding kita selamanya.

Pentingnya inovasi

Nah ini, jangan terpaku hanya pada satu cerita sukses. Inovasi mengikuti kebutuhan dari pelanggan adalah mutlak diperlukan. Menurut William, inovasi di Tokopedia pun terus dilakukan mengikuti apa yang menjadi kebutuhan pelanggannya. Tanpa inovasi berkelanjutan maka kemungkinan besar kita akan tergilas oleh para pesaing.

Inovasi ini tidak saja hanya untuk menjadi lebih baik, tapi juga menjadi sedikit lebih beda dengan yang lainnya – Pandji Pragiwaksono

Kenapa lebih beda itu penting? Karena dengan begitu maka produk/jasa/brand kita akan lebih mudah diingat oleh pelanggan.

Salah satu contoh dari Pandji adalah produk ipod nya Apple. Saat diluncurkan dulu, sebenarnya produk tersebut tidak berbeda dengan produk sejenis yang sudah ada seperti walkman mp3 nya Sony atau mp3 player lainnya.

Tapi apa yang bikin beda? Apple memperkenalkan earphone dengan warna putih. Saat itu, semua produk sejenis membuat earphone dengan warna hitam, karena kabel dan earphone tersebut dianggap mengganggu sehingga “disamarkan”.

Ternyata apple berani keluar dengan sesuatu yang “berbeda”, dan tiba-tiba menjadi trend. Keren ya?!

Berani bertindak

Ide kreatif tidak cukup tanpa tindakan nyata. Dan pada umumnya, banyak pemilik ide kreatif merasa takut untuk mengimplementasikan ide tersebut dengan alasan takut gagal atau takut jelek.

Pandangan menarik saya dapat dari Pandji. Menurut dia, jangan pernah takut dianggap jelek saat mulai berkarya. Kenapa? Karena karya pertama pasti jelek, hehehe. Iyalah, namanya juga karya perdana. Ngga mungkin seorang pelukis baru belajar menggambar terus langsung jadi Monalisa.

Jangan pernah takut dianggap jelek saat mulai berkarya, karena karya pertama pasti jelek – Pandji Pragiwaksono

Proses dan waktu yang akan membentuk seseorang untuk bisa belajar dan makin baik dalam bertindak atau berkarya. Yang penting kan sudah pernah menjalankan ide kreatif dan belajar dari sana untuk menjadi lebih baik lagi.

Hal ini juga diamini oleh Pak Fadjar Hutomo dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Menurut beliau, banyak sekali orang di Indonesia yang muncul dengan ide-ide kreatif. Tapi masalahnya ada pada eksekusinya. Kebanyakan orang tidak pernah berani untuk mulai mengeksekusi atau menjalankan idenya sendiri dengan berbagai macam alasan.

Thanks to BCA

BOD-BOC BCA

Akhir kata, terima kasih banyak buat BCA Learning Center yang telah secara konsisten menyelenggarakan acara IKF ini. Saya pribadi mendapatkan banyak wawasan tambahan khususnya dalam hal kiat menjadi kreatif dari para pakar yang memang kompeten di bidangnya.

Terima kasih juga untuk para finance blogger, Dani Rachmat dan Andhika Diskartes, yang sudah menemani selama 2 hari acara tersebut.

 

Image: youtube.com

5 Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: