Mau Investasi Aman? Ini Pilihan Instrumennya

Investasi aman

Memiliki investasi aman adalah impian semua orang termasuk saya. Punya investasi aja udah jadi impian, apalagi investasi yang aman, hehehe… Pertanyaannya, ada ngga pilihan instrumen investasi yang aman di Indonesia? Jawabannya: tentu ada dong. Salah satunya adalah Obligasi Ritel Indonesia 13 (ORI 13) yang mulai ditawarkan per 29 September 2016 s/d 20 Oktober 2016 nanti. ORI ini juga biasa disebut Obligasi Negara Ritel.

[Baca juga: Aspek terpenting dalam berinvestasi]

Surat utang / surat berharga negara

Kenapa ORI 13 ini dikategorikan sebagai “investasi aman”? Karena pada dasarnya ORI ini adalah bagian dari surat utang negara atau surat berharga negara yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia untuk membiayai anggaran negara.

Surat Utang Negara (SUN) adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara RI sesuai masa berlakunya. SUN digunakan oleh pemerintah antara lain untuk membiayai defisit APBN serta menutup kekurangan kas jangka pendek dalam satu tahun anggaran.

Surat Utang Negara terdiri atas:

  1. Surat Perbendaharaan Negara
    Surat Perbendaharaan Negara berjangka waktu sampai dengan 12 (dua belas) bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto.
  2. Obligasi Negara
    Obligasi Negara berjangka waktu lebih dari 12 (dua belas) bulan dengan kupon dan/atau dengan pembayaran bunga secara diskonto/bunga

Karena diterbitkan dan dijamin oleh negara maka tingkat risiko dari surat utang negara ini dikategorikan sebagai risk free atau tanpa risiko.

Keunggulan surat utang negara

Pertama, potensi gagal bayar sangat kecil karena dijamin oleh Pemerintah. Dengan kata lain, pasti aman kecuali jika negaranya bangkrut. So, bener kan ini investasi aman? Hehehe…

Kedua, suku bunga atau imbal hasil yang ditawarkan selalu diatas suku bunga deposito. Ini penting lho, agar nilai uang kita tidak tergerus inflasi. [Baca juga: deposito vs inflasi]

Ketiga, pajak atas bunganya hanya 15%, dibawah pajak normal untuk bunga 20%.

Kekurangannya?

Well, palingan juga ada di masalah bunga yang tidak terlalu besar. Cuma beda tipis dengan bunga deposito pasar saat instrumen diterbitkan. Namun jangan salah, ini sebanding kok dengan tingkat risiko rendah yang kita hadapi dan jangka waktu investasi yang relatif pendek.

Untuk instrumen seperti saving bond ritel dan sukuk tabungan (akan diterangkan lebih lanjut), kelemahan lainnya adalah pada likuiditas, yang mana kita ngga bebas untuk menjual selama periode investasi.

Jenis surat berharga negara retail

SUN ini biasanya diterbitkan dengan nominal besar, namun belakangan pemerintah juga menerbitkan SUN dengan nominal kecil untuk investor ritel. Menarik, karena artinya kita-kita bisa memiliki pilihan investasi yang bebas risiko sekaligus aman.

Nah apa aja nih SUN ritel yang tersedia di pasar? So far ada 4 jenis SUN ritel yang sudah dikeluarkan pemerintah. Ada ORI, sukuk ritel, saving bond ritel, dan yang baru saja bulan lalu selesai ditawarkan, sukuk tabungan.

Saya yakin teman-teman sudah pernah dengar tentang keempat instrumen tersebut, malah mungkin sudah ada yang berinvestasi di salah satu jenis. Tapi mungkin masih bingung juga, apaan sih bedanya dari masing-masing instrumen itu? Yuk deh kita bahas satu-satu.

#1 Obligasi retail Indonesia (ORI)

Sumber: portalinvestasi.com

ORI adalah surat berharga negara ritel pertama yang diluncurkan pemerintah Indonesia. Sejak diluncurkan pertama kali di tahun 2006, saat ini ORI sudah diterbitkan 13 kali, termasuk seri terakhir (ORI-013) yang saat ini masih dalam masa penawaran.

Beberapa karakter khusus dari ORI:

  1. Merupakan surat pernyataan utang dengan prinsip konvensional.
  2. Minimal investasi Rp 5 juta, maksimal Rp 5 Miliar.
  3. Bisa diperdagangkan di pasar sekunder.
  4. Jangka waktu 3 tahun.
  5. Imbal hasil tetap sampai jatuh tempo.

#2 Surat berharga syariah negara / Sukuk ritel

Sumber: akucintakeuangansyariah.com

Sukuk ritel atau sukri adalah SBN berbasis asas syariah dan telah diterbitkan sejak 2009 lalu. Seri terakhir yang diterbitkan adalah seri ke 8 (SR-008), diluncurkan pada Maret 2016 lalu.

Beberapa karakter khusus dari sukuk ritel:

  1. Merupakan surat bukti penyertaan kepemilikan aset pemerintah (sesuai prinsip syariah).
  2. Minimal investasi Rp 5 juta, maksimal Rp 5 Miliar.
  3. Bisa diperdagangkan di pasar sekunder.
  4. Jangka waktu 3 tahun.
  5. Imbal hasil tetap sampai jatuh tempo.

#3 Saving bonds ritel (SBR)

Sumber: bca.co.id

SBR ini adalah varian baru dari SBN yang baru mulai diluncurkan per 2014, dan Mei 2016 lalu baru diterbitkan SBR seri 2 (SBR-002).

Beberapa karakter khusus dari SBR:

  1. Merupakan surat pernyataan utang dengan prinsip konvensional.
  2. Minimal investasi Rp 5 juta, maksimal Rp 5 Miliar.
  3. Tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder, namun memiliki fasilitas early redemption (pelunasan sebelum jatuh tempo) pada saat pembayaran imbal hasil bulan ke-13.
  4. Jangka waktu 2 tahun.
  5. Imbal hasil berbentuk floating rate sesuai bunga pasar, dengan batasan ambang bawah tertentu.

#4 Sukuk tabungan

Sumber: dbs.com

Varian teranyar SBN, dimana seri 1 nya (ST-001) baru saja diluncurkan bulan lalu dimana masa penawaran telah berakhir per 2 September 2016 lalu.

Beberapa karakter khusus dari sukuk tabungan:

  1. Merupakan surat bukti penyertaan kepemilikan aset pemerintah (sesuai prinsip syariah).
  2. Minimal investasi Rp 2 juta, maksimal Rp 5 Miliar.
  3. Tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder, namun memiliki fasilitas early redemption (pelunasan sebelum jatuh tempo) pada saat pembayaran imbal hasil bulan ke-12.
  4. Jangka waktu 2 tahun.
  5. Imbal hasil tetap sampai jatuh tempo.

=====

So, demikian tulisan tentang pilihan investasi yang aman di Indonesia saat ini. Jelas banget surat berharga negara keluaran pemerintah merupakan pilihan yang bijak. Bunganya lumayan, dijamin oleh pemerintah, nominal investasti tidak terlalu besar dan jangka waktu investasi tidak terlalu besar.

Nanti kita bahas lagi lebih detail tentang masing-masing produk surat berharga negara ini di kesempatan berikutnya ya.

Selamat berinvestasi…

[Bagaimana memilih investasi yang sesuai dengan kita? Simak di 5 Cara Mencari Investasi yang Sesuai Dengan Diri Kita]

 

Image: http://www.iexpats.com

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: