6 Tips Memulai Investasi

investasi untuk pemula

Menyambung tulisan saya sebelumnya tentang investasi untuk pemula, kali ini saya akan coba untuk membahas lebih jauh mengenai topik ini, khususnya tentang tips memulai investasi.

High risk high return

Seperti kita ketahui, investasi dalam bentuk apapun tentu memiliki risiko. Prinsip umum dalam investasi: “high risk high return”, jelas menggambarkan perbandingan antara harapan akan penambahan kekayaan dan peluang terjadinya hal yang berlawanan dengan harapan tersebut.

Banyak orang yang tidak menyadari prinsip sederhana ini. Ditambah lagi, ini katanya lho, budaya dalam masyarakat Indonesia adalah ingin memperoleh penghasilan yang tinggi dengan usaha sesedikit mungkin dan risiko serendah mungkin.

Akibatnya, banyak orang yang akhirnya terbujuk untuk berinvestasi dalam investasi-investasi bodong yang akhirnya justru menimbulkan kerugian besar.

Ketahui kondisi keuangan pribadi

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi keuangan pribadi. Banyak orang yang memutuskan untuk memulai investasi tanpa mengetahui kesiapan dan kekuatan keuangan pribadi. Contohnya, beberapa orang mengalokasikan sebagian besar pendapatan untuk berinvestasi dalam instrument berisiko tinggi, bahkan ada yang menggunakan kredit tanpa agunan untuk berinvestasi. Anda bisa bayangkan apa yang akan terjadi dalam keuangan mereka jika hasil investasi ternyata tidak berjalan sesuai harapan.

6 tips memulai investasi

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan dalam berinvestasi, ada beberapa tips penting yang harus diperhatikan sebelum memulai investasi tersebut:

1. Identifikasi keadaan keuangan pribadi kita

Pertanyaan penting, apakah kita sudah bisa menghasilkan cash flow positif setiap bulannya? Jika belum, identifikasi penyebabnya dan ambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat cash flow menjadi positif. Sekedar informasi, cash flow negatif umumnya disebabkan oleh 2 hal: hutang dan gaya hidup yang berlebihan.

2. Identifikasi keadaan hutang

Apakah jumlah hutang dan cicilan masih berada dalam batasan aman? Gampangnya, coba bandingkan total cicilan hutang Anda dengan total penghasilan Anda, apakah melebihi 35%? Jika iya, usahakan untuk mengurangi jumlah cicilan ini terlebih dahulu.

3. Kenali profil risiko pribadi kita

Umumnya profil risiko ini dibagi tiga: konservatif, moderat dan agresif. Pengenalan profil ini sangat penting untuk mengetahui karakter instrument investasi yang sesuai dengan karakter pribadi kita.

Jika Anda termasuk tipe konservatif, investasi di saham mungkin bukan pilihan yang tepat. Seperti kata Warren Buffet: jangan pernah berinvestasi di pasar saham jika fluktuasi harga jangka pendeknya membuat Anda tidak dapat tidur dengan nyenyak.

4. Kenali semua instrument investasi yang diinginkan

Jangan pernah berinvestasi dalam suatu instrument yang tidak Anda pahami. Pemahaman ini meliputi banyak hal, seperti tingkat kewajaran imbal hasil yang dijanjikan, risiko yang menyertai, bagaimana instrument tersebut menghasilkan keuntungan serta perbandingan dengan instrument investasi lainnya.

Kembali ke contoh Warren Buffet, walaupun beliau berteman baik dengan Bill Gates, namun saham Microsoft bukan merupakan pilihan investasi beliau. Alasannya? Simple. Warren Buffet merasa tidak memahami bisnis yang dijalani Microsoft. Anda bisa bayangkan apa yang akan dilakukan oleh beliau jika mendapat penawaran investasi di Koperasi Langit Biru? 🙂

5. Investasikan uang kita di instrument yang sesuai dengan tujuan

Dalam hal ini, jangka waktu tujuan yang ingin dicapai memegang peranan penting. Sekalipun Anda memiliki karakter agresif, pemilihan instrument berisiko tinggi untuk tujuan keuangan jangka pendek bukanlah merupakan pilihan yang bijak.

6. Lakukan diversifikasi dalam beberapa instrument

Hal ini diperlukan untuk meminimalisir potensi kerugian yang mungkin terjadi. Sesuai kata pepatah: Don’t put all your eggs in one basket.

=====

Demikian beberapa 6 tips yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk memulai suatu investasi. Semoga bisa menjadi masukan dalam menyusun perencanaan keuangan.

Ringkasan materi ini pernah dishare melalui akun Twitter @zapfinance

Image:

8 Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: