Tips Mencari Asuransi Termlife

Sukurlah karena belakangan ini ternyata makin banyak orang yang tau tentang asuransi termlife. Mungkin ini pengaruh edukasi dari para financial planner profesional yang belakangan makin gencar mendidik masyarakat ttg asuransi, tips mencari asuransi termlife dan keunggulan-keunggulan termlife dibanding unitlink melalui media publik, blog pribadi maupun jalur social network di internet.

Bahkan bulan-bulan blakangan ini Bang Aidil Akbar sampai menulis topik ini secara berseri dengan sangat lengkap di blog beliau. Sebenernya saya juga udah pernah ngebahas unitlink vs termlifeΒ di blog ini dan lumayan lengkap juga *ngga mau kalah*. Beneran deh, baca aja kalo ngga percaya, hehehe…

[BACA JUGA: Tulisan detail untuk menjawab pertanyaan ttg apakah seorang karyawan membutuhkan asuransi kesehatan tambahan?]

Susah cari asuransi termlife?

Walaupun begitu, ternyata banyak dari mereka yang masih belum tau dimana harus nyari produk bernama termlife. Kalo pun udah nyari, ternyata agen perusahaan asuransi yg dihubungi ngga tau ttg produk ini, dan kalo pun tau, agen itu bilang kalo asuransi termlife itu udah usang, udah ngga dijual lagi.
Sebenarnya inilah masalah utama kenapa termlife itu terasa sulit untuk dicari. Bukan salah agen nya juga sih, lebih banyak karena kesalahan perusahaan asuransi yang dalam mendidik agen lebih fokus kepada produk-produk yg menghuntungkan (dalam hal ini tentu saja unitlink).

Tips mencari asuransi termlife

Untuk membantu anda semua mencari termlife, saya akan coba sedikit berbagi tips berdasarkan pengalaman pribadi saya beberapa waktu lalu. Okeh, mari kita mulai:

Langkah paling pertama: hitung kebutuhan unit pertanggungan (UP) anda.

Jadi jangan langsung mencari perusahaan asuransi yg jualan termlife, sabar dulu. Gimana cara ngitungnya? Tenang, bisa disimak di postingan terdahulu saya (Menghitung Nilai UP Asuransi).
Hal ini sangat penting karena nantinya akan membantu anda untuk fokus mencari asuransi terbaik dan ngga gampang termakan omongan manis para agen. Setelah itu anda juga harus mulai menakar kemampuan dalam membayar premi secara rutin sehingga tidak mengganggu cash flow rumah tangga.

Langkah kedua: lakukan riset kecil tentang perusahaan asuransi

Setelah tau berapa kebutuhan UP anda, termasuk riders yang mungkin dibutuhkan, mulailah lakukan riset kecil-kecilan ttg perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia untuk mencari tau kekuatan dan posisi masing-masing perusahaan asuransi tsb di Indonesia.
Biasanya beberapa majalah bisnis dan ekonomi rutin mengeluarkan peringkat perusahaan-perusahaan asuransi ini berdasarkan besar aset, kekuatan modal, dll. Ini bisa anda jadikan sebagai patokan untuk mencari perusahaan asuransi yang akan menjadi target kita.
Jangan pernah memilih asuransi hanya karena perusahaan tsb adalah yg terbesar dan terbaik di Indonesia. Perusahaan yang lebih kecil juga aman dan menguntungkan kok. Namanya juga terbaik, artinya “paling baik diantara yang baik”, iya ngga sih?! Di tahap ini, kita harus memilih beberapa perusahaan yang akan menjadi calon tempat kita membuka asuransi termlife.

Langkah ketiga: lakukan riset mendalam tentang produk

Selanjutnya, lakukan riset lebih mendalam ttg produk perusahaan-perusahaan tersebut. Yang paling gampang sih masuk aja ke website mereka. Biasanya semua produk yang ditawarkan sudah disertai dengan sedikit rincian sehingga kita dengan mudah bisa mengidentifikasi mana produk yang berupa termlife.
Jika ada produk yang kurang jelas, bisa langsung ditanyakan lewat email atau telepon. Catat semua produk yang berupa termlife.

Langkah keempat: Hubungi agen asuransi untuk meminta simulasi uang pertanggungan dan premi

Biasanya kita cukup menghubungi customer service (via telpon atau email) dan minta untuk direfer ke agen, tidak lama kemudian akan ada agen yang menghubungi kita. Nah, di tahap ini baru terasa sekali bergunanya riset kita di awal tadi.
Kenapa? Karena pada umumnya agen akan berusaha untuk menawarkan produk unitlink walaupun kita jelas-jelas udah nyebutin produk yang kita inginkan. Tetap teguh pada permintaan awal dan jangan terpengaruh rayuan agen tersebut. Jika agen tsb bilang kalo tidak ada produk yang kita maksud, langsung pindah ke agen yang lainnya.
Sedikit tambahan, jangan menghubungi agen asuransi melalui bank (bancasurance) karena produk yang ditawarkan melalui bank relatif sedikit dan umumnya berbentuk unitlink. Buang-buang waktu percuma.

Langkah kelima: lakukan perbandingan produk

Jika sudah menemukan produk-produk yang tepat, mulai lakukan perbandingan antar produk, mana yang lebih menguntungkan dari segi perbandingan premi dan UP yang diperoleh. Jika perlu, minta tambahkan beberapa riders (dengan UP sama dengan UP dasar) dan kemudian bandingkan preminya.
Pembandingan ini juga biasanya berguna untuk ningkatin daya tawar ke agen. Tinggal bilang: kok di asuransi A begini? kok di B lebih gede? Keluar deh ntar jurus diskon dll nya, skalian kita juga jadi tau lebih dalam ttg produk tsb.
Dari lima langkah di atas, selanjutnya tinggal kita yang mutusin mana yang terbaik untuk kita. Jangka waktunya pun bisa kita pilih yang benar-benar sesuai dengan perencanaan keuangan keluarga kita.

Hasil saya mencari asuransi termlife

Sebagai penutup, berikut adalah hasil yang saya peroleh dari lima langkah di atas: (Note: Penyebutan nama perusahaan dibawah ini ngga bermaksud untuk promosi atau penilaian kualitas perusahaan tertentu. Produk terbaik untuk setiap orang tentu berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan dan kemampuan masing-masing).

Hasil pencarian asuransi termlife yang saya peroleh:

  1. UP yang saya butuhkan: Rp 1 Milyar, dengan kemampuan premi tahunan antara Rp 5-7 juta per tahun (Rp 400rb – 600rb per bulan).
  2. Fokus saya waktu itu hanya kepada 5 perusahaan asuransi pemimpin pasar di Indonesia: Prudential, AXA, Allianz, AIA dan Manulife (bukan berarti yang lainnya ngga bagus lho ya).
  3. Di tahap ini saya mengeluarkan Prudential dan AXA karena semua agen yang saya hubungi menyatakan bahwa perusahaan mereka tidak menjual termlife.
  4. Semua permintaan simulasi saya awali lewat email dan telepon ke customer service dan kemudian saya dihubungi oleh agen masing-masing. Untuk awalnya, ternyata semua agen mengirimkan simulasi produk unitlink, hehehe. Satu hal yg menarik, dari segi penguasaan produk, customer service Manulife layak diacungi jempol.
  5. Dari segi premi dan pertanggungan (jiwa dan riders), tawaran terbaik datang dari Manulife dan AIA dimana semuanya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan saya. Pada akhirnya saya memilih AIA (walau pun sebenarnya agen Manulife unggul dari segi penguasaan produk dan hubungan ke customer), karena ada satu klausul riders AIA yang saya anggap lebih cocok dengan kebutuhan saya.
Demikian sedikit tips mencari asuransi termlife. Semoga berguna dan selamat berasuransi.
Image: quotacy.com

192 Comments

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: