Tips Setia pada Anggaran Keluarga

Untuk melengkapi sharing tentang anggaran rumah tangga, kali ini akan saya sampaikan tips terakhir dalam topik anggaran ini, yaitu mengenai cara praktis agar tetap setia pada anggaran yang telah dibuat.
Menyusun anggaran rumah tangga ini membutuhkan usaha yang cukup besar dan juga komunikasi yang baik dengan pasangan. Namun percayalah, menjalankan kehidupan sesuai dengan anggaran yang sudah disusun membutuhkan usaha yang jauh lebih besar dan komunikasi yang jauh lebih intens.
Bener ngga gitu? Ngga apa-apa, kita senasib kok, hehehe…

Setia pada anggaran: bukan pekerjaan mudah

Untuk setia pada anggaran memang bukan pekerjaan mudah, tapi teteeeup… ini hal penting yang harus dilakukan jika ingin mencapai tujuan keuangan yang kita inginkan. Untuk itu, Sarah Siddons, seorang advisor dari St. James’s Place Wealth Management memberikan 10 buah tips untuk tetap berpegang pada anggaran rumah tangga yang mungkin berguna untuk kita semua.

10 tips setia pada anggaran

Berikut 10 tips agar tetap setia pada anggaran, disertai dengan sedikit sharing tentang pencapaian pribadi keluarga saya dalam setiap step:

1. Fokus pada menabung

Biasakan untuk langsung memisahkan porsi tabungan dan investasi pada tanggal gajian atau saat pendapatan diterima. Dengan demikian maka kemungkinan tujuan jangka panjang kita tidak tercapai bisa diperkecil.
Trust me, ini hal paling gampang untuk dilakukan. Coba aja, bisa jadi ketagihan nabung lho #lebay…

2. Gunakan uang tunai

Saya membiasakan diri untuk mengambil dana dari ATM untuk kebutuhan seminggu ke depan pada setiap hari Jumat. Dana tunai ini sesuai dengan hitungan kebutuhan biaya di weekend, bensin, dan juga konsumsi untuk hari kerja di minggu berikutnya.
Saya membiasakan diri untuk menganggap bahwa hidup saya 1 minggu kedepan hanya bergantung pada uang tunai di dompet saat itu.
Kartu kredit masih saya gunakan saat weekend sekedar untuk mencari diskon dan point reward, namun selalu saya lunasi di hari Senin dari dana tunai yang tersedia.

3. Hentikan kebiasaan buruk.

Maksudnya disini adalah kebiasaan mengkonsumsi hal-hal yang berbahaya untuk kesehatan seperti rokok dan alkohol. Well, sebagai perokok dan terkadang mengkonsumsi bir 1-2 kaleng dalam seminggu, langsung menghentikan kebiasaan ini jelas sulit untuk dilakukan.
Namun saya mencoba untuk mengurangi konsumsi saya dan sukurlah lumayan berhasil. Konsumsi rokok bisa berkurang menjadi setengahnya, bahkan saya belakangan berhasil berubah hanya menjadi seorang social smoker.
Demikian juga untuk bir, selain mengurangi konsumsi, saya juga melakukan substitusi produk untuk menghemat. Dari biasanya sok gaya dengan Heineken atau Carlsberg, terkadang juga Erdinger, Hoegaarden atau bir impor lainnya, menjadi bir Bintang.
Itu menghemat lumayan banyak lho. Dan jangan salah juga, untuk saya pribadi Bintang adalah bir paling enak yang dijual di Indonesia. Dan para bule di Bali pun ternyata sependapat dengan saya, hehehe.

4. Membagi tanggung jawab

Maksudnya, setiap anggota keluarga harus memahami dan memiliki tanggung jawab terhadap anggaran keluarga. Saya dan istri memiliki tanggung jawab yang berbeda dalam budget ini. Maklum, dua-duanya karyawan dengan gaji masing-masing.
Jadi, yang kami lakukan adalah membagi tanggung jawab terhadap semua biaya dan investasi rutin keluarga. Pokoknya gw bayar ini, lo bayar itu; gw beli reksadana untuk anak, lo beli buat orang tua; gw bayar utang, lo belanja mingguan, dan hal-hal lain seperti itu. Patokannya, gaji harus mencukupi sampai akhir bulan.

5. Bayar semua hutang konsumsi

khususnya kartu kredit. Untuk kartu kredit ini, jika tidak mampu dilunasi, cobalah untuk melunasi sedikit demi sedikit dengan membayar selalu diatas minimum payment. Akan jauh lebih baik jika anda tidak terlibat dalam hutang semacam ini.
Sukurlah saya dan istri selalu memposisikan kartu kredit sebagai alat pembayaran dan bukan tambahan uang tunai. Kredit hanya dilakukan untuk pembelian elektronik dengan cicilan 0%.

6. Simpan struk belanja

Ini langkah penting untuk menelusuri kemana uang anda pergi dan apakah pembelanjaan sudah sesuai dengan anggaran. Dengan demikian maka akan mudah diketahui dimana sumber kebocoran anggaran berasal.
Di keluarga saya, struk ini hanya kami simpan jika belanja yang dilakukan melebihi anggaran mingguan kami. Karena sering menggunakan kartu kredit untuk pembayaran (sebelum dilunasi 1-2 hari kemudian), tagihan kartu kredit juga menjadi sumber informasi pembelanjaan kami.

7. Periksa saldo rekening secara rutin.

Agak sedikit berbeda dengan tulisan aslinya karena perbedaan produk tabungan di masing-masing negara, namun intinya pemeriksaan saldo rekening ini menjadi penting untuk memperkiraan ketersediaan dana untuk membiayai kebutuhan sampai akhir bulan.
Seperti sudah saya jelaskan di atas, setiap jumat saya selalu mengambil uang tunai dalam jumlah yang sama. Kadang berlebih, kadang kurang, dan kadang saya melakukan pembayaran dengan kartu debit.
Karena itu, tiap minggu saya selalu memeriksa sisa saldo saya untuk memastikan bahwa ada cukup uang tunai tersedia sampai tanggal gajian berikutnya. Jika lebih, bisa dialokasikan untuk hal lain; jika kurang maka Jumat berikutnya saya akan mengambil uang tunai lebih sedikit dari biasanya.

8. Analisa belanja.

Lakukan review rutin terhadap anggaran dan struk yang kita kumpulkan. Apakah anggaran kita terlalu besar atau terlalu kecil? Apakah ada penghematan yang bisa dilakukan?
Saya pribadi menemukan manfaat lain dari melakukan analisa anggaran vs struk ini, khususnya dalam mengetahui perubahan biaya yang terjadi.
Contohnya adalah tagihan air PAM di rumah saya di 2012. Di semester kedua 2012 rata-rata tagihan saya jauh lebih besar dibanding semester pertama, jauh diatas anggaran yang telah saya buat. Penyebabnya ternyata karena pompa air saya rusak di pertengahan tahun sehingga konsumsi PAM mengalami peningkatan.
Karena pembayaran tagihan dilakukan melalui fasilitas pembayaran otomatis kartu kredit, perbedaan dengan anggaran bisa terlewatkan karena kita tidak mengetahui tagihan normal untuk masing-masing biaya. Oiya, ini juga berguna untuk mendeteksi salah tagih pada fasilitas pembayaran otomatis kartu kredit.
Sekedar sharing, tahun ini saya mengalami beberapa kali salah tagih seperti ini, dan akhirnya bisa saya bereskan karena memiliki semua bukti pembayaran dan perjanjian dengan bank maupun provider. Bayangkan jika anda tidak aware dengan hal seperti ini, anda secara tidak sadar akan terus membayar biaya-biaya yang tidak seharusnya anda bayarkan.

9. Gunakan rekening khusus

Jika anda merasa bahwa anda adalah tipe orang yang tidak bisa menahan diri untuk terus menguras ATM, coba gunakan rekening khusus yang bisa menghalangi anda melakukan kebiasaan ini.
Misalnya, tempatkan dana yang tidak terpakai di deposito atau reksadana pasar uang, atau gunakan produk-produk perbankan yang memungkinkan anda hanya melihat nominal yang memang ditujukan untuk dibelanjakan.
Produk seperti ini ada di beberapa bank di Indonesia, pernah saya bahas juga sebelumnya, tapi ngga enak kalau disebut lagi. Dikira jualan lagi ntar, hehehe…

10. Fleksibel

Dalam arti selalu sediakan buffer cash untuk mengantisipasi pengeluaran yang tidak rutin terjadi. Misalnya, kebutuhan akan angpao pernikahan, sumbangan dukacita, kado ulang tahun dan lain-lain. Saya sendiri memiliki porsi tersendiri untuk ini di anggaran saya.
Jika memang tidak terpakai maka langung dialokasikan untuk tambahan biaya belanja atau bersenang-senang. Iyalah, masa iya nabung mulu?! 🙂

======

Demikian 10 tips untuk tetap setia pada anggaran rumah tangga. Dan untuk menambah motivasi, tanamkan pada pikiran anda bahwa penyimpangan dari anggaran ini akan berakibat fatal pada rencana jangka panjang keluarga anda. Semoga bermanfaat….

 

Image: 5yearproject.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: