6 Panduan Dalam Pemilihan Batu Mulia

Jenis-jenis batu mulia telah kita pelajari sebelumnya lewat tulisan saya tentang definisi dan jenis batu mulia. Dalam pembahasan kali ini, saya akan share mengenai kriteria apa saja yang umum digunakan dalam pemilihan batu mulia atau permata.

Hal ini sangat penting untuk diketahui sebelum kita mulai berinvestasi batu mulia sehingga bisa menghasilkan return yang bagus serta, yang paling penting, tidak kena tipu.

Panduan pemilihan batu mulia

Cara memilih batu mulia menggunakan panduan yang sama dengan memilih batu berlian, yang dikenal dengan “PANDUAN 4C”.

Kriteria umum: Panduan Empat C

#1 Colour (Warna)

Memilih batu mulia berdasarkan warna yang di tampilkannya. Semakin matang atau tua warnanya, semakin baik kualitas batu tersebut.

cara memilih batu mulia

Sumber: www.professionaljeweller.com

Contoh: untuk biru pada blue sapphire, semakin tua warna birunya semakin bagus (namun tidak mendekati tone hitam kebiruan). Istilah tone sendiri bermacam macam mulai dari vivid blue, royal blue, vivid royal dan peacocok blue.

#2 Carat (Berat dan ukuran)

Faktor kedua yakni pada besaran batu mulia/permata itu sendiri yang mempengaruhi harga. Semakin besar, makin tinggi harganya. Jangan salah, penentuan harga berdasarkan carat (ct) tidak serta merta seperti harga 2ct adalah harga 1ct dikalikan dua. Makin besar carat batu permata, makin besar faktor pengalinya.

cara memilih batu mulia

Sumber: www.jeenjewels.com

 

Umumnya standar internasional batu permata dimulai dari size 6,5ct keatas. Untuk perhiasan, umumnya digunakan size 3ct untuk pria dan 1-2ct untuk wanita.

#3 Cutting (Presisi potongan)

Faktor berikutnya adalah olahan atau hasil sentuhan tangan manusia, dimana setelah bahan batu diperoleh, harus dianalisa bagian untuk olahan dan teknik mengolahnya. Teknik mengolah ini penting karena untuk mengeluarkan pancaran sinar dan fenomena dari batu mulia tersebut.

cara memilih batu mulia

Sumber: www.whitesgems.com

Umumnya potongan bulat dan bujur sangkar lebih sulit diperoleh karena membuang bahan lebih banyak ketimbang persegi empat atau oval.

#4 Clarity (Tingkat kebersihan/kejernihan)

Faktor ke 4 ini adalah faktor yang menurut saya unik. Mengapa unik ? Seperjalanan waktu dan pengalaman yang saya dapatkan, faktor clarity ini sangat penting buat kelas kolektor, tapi sering diabaikan oleh pehobi pemula. Makin bersih batu mulia, makin bagus dan mahal harganya.

tips memilih batu mulia

Sumber: www.truefacet.com

Kelas kolektor sangat mementingkan batu berkelas bagus yang bersih total dengan komposisi 4C  yang baik. Akan tetapi, pehobi pemula dengan pengetahuannya yang minim kurang paham tentang kebersihan batu.

Terkadang pehobi pemula kurang peka dengan inclusion (tanda alam) dalam batu sehingga sering dibilang kotor. Disarankan pemula didampingi oleh partner yang lebih mengerti agar jangan sampai terkena jebakan dalam memilih batu,

Kriteria tambahan untuk batu mulia

Berdasarkan pengalaman pribadi, saya menambahkan 2 faktor lain sebagai tambahan untuk memilih batu permata. Khusus berlaku untuk batu mulia atau batu permata saja ya, karena tidak begitu berpengaruh pada berlian.

Kedua faktor ini tidak ada dalam studi apapun, hanya berdasarkan kenyataan di lapangan setelah 10 tahun berkecimpung di dunia ini.

#5 Table (Besaran muka batu permata)

Erat kaitannya dengan kriteria tentang carat. Besaran table sangat penting karena mempengaruhi penampakan batu permata setelah dijadikan perhiasan (cincin/liontin).

Contoh: ada 2 batu permata dengan berat sama 6ct. Permata dengan table lebih besar mungkin akan lebih difavoritkan ketimbang table yang proporsional / kecil (asumsi tidak mempertimbangkan faktor lainnya). Table besar berikan keuntungan tersendiri bagi penampakan perhiasan yang akan dibuat.

Table kecil sering dijumpai pada batu permata mulai berukuran besar. Umumnya untuk batu mulai ukuran 6ct ke atas, agak sulit mendapatkan table proporsional, apalagi besar. Pada kasus seperti blue star sapphire / cabochan, sering didapatkan table kecil dengan carat besar karena bawaan batu yang memanjang ke bawah untuk mendapatkan hasil star dan sinar yang maksimal.

#6 Material (Kualitas material)

Faktor tambahan yang juga penting adalah material dari batu permata. Beberapa orang menyukai batu permata dengan pancaran sinar blink seperti diamond ketimbang memikirkan inclusion/clarity pada batu. Terkadang dengan material batu yang baik, maka inclusion sedikit tersamarkan dan membuat penampakan menjadi istimewa.

Contohnya bisa diliat pada kasus batu permata dengan material asap dan kristal 100%. Keduanya mempunyai tingkat kebersihan total yang sama. Dalam kasus ini, pancaran sinar yang dihasilkan material kristal tentu lebih istimewa.

[Baca juga: Tips dalam berinvestasi batu mulia]

Penutup

Ulasan diatas telah secara ringkas menjelaskan mengenai kriteria untuk menilai batu mulia atau permata. Semua kriteria diatas tidak berdiri sendiri, akan tetapi harus digunakan sebagai suatu kesatuan yang utuk dalam pemilihan batu mulia.

Diperlukan jam terbang tersendiri untuk memahami lebih dalam tentang kriteria pemilihan batu mulia ini. Karena itu penting untuk terus belajar dan mencari informasi tentang investasi batu mulia. Informasi terupdate juga bisa dilihat juga di www.sapongems.com.

Demikian sharing saya tentang kriteria pemilihan batu mulia. Di tulisan berikutnya saya akan coba untuk share mengenai tips berinvestasi batu mulia.

Semoga bermanfaat.

 

Image: www.chinadaily.com.cn

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: