Tips Murah Menjadi Sehat

Mau tau tips murah menjadi sehat di kota besar? Coba deh ya saya sharing dikit berdasarkan pengalaman pribadi 🙂

Menjadi sehat di kota besar seperti Jakarta belakangan seperti sudah mulai menjadi barang langka, apalagi bagi kalangan pekerja kantoran yang menghabiskan banyak waktu di kantor dan jalanan macet Jakarta.

Pilihan yang akhirnya marak adalah menjadi member di fitness center. Ini pilihan yang bagus juga, karena bisa berolahraga sekalian menunggu macet.

Tapi justru ini jadi alesan untuk para karyawan lainnya untuk tidak berolahraga. Alesannya: Ngga ada waktu, dan mahal kalo fitness, hehehe. Memang bener, fitness itu mahal.

Tapi olahraga untuk sehat itu murah kok. Ngga percaya? Saya kasih contoh olahraga yang murah meriah dan saat ini rutin saya lakukan: Lari.

Alternatif olahraga murah: Lari

Alasan menghindari lari

Banyak diantara kita yang tau bahwa lari/jogging itu menyehatkan, namun jarang mau melakukannya karena berbagai alasan.

  • Alasan utama adalah males karena sendirian.
  • Alesan kedua adalah ngga tau mo lari dimana.
  • Dan yang ketiga adalah males bangun pagi.

Tips agar menyukai lari

Okeh, niat adalah dasar dari semua hal, dan itu ngga bisa dibantu oleh siapapun kecuali anda sendiri. So, saya hanya akan membahas alesan 1 dan 2 aja yah. Solusi gampangnya adalah:

  1. Bergabunglah dengan komunitas olahraga sejenis. Dengan melakukan olahraga bersama-sama, rasa males tersebut dengan sendirinya berganti menjadi semangat.
  2. Olahraga pada dasarnya bisa dilakukan dimana saja. Carilah tempat yang menyenangkan dan bisa membuat anda berolahraga dengan tenang.

Tips berolahraga lari dengan murah

Trus, gimana saya berolahraga lari yang menyenangkan sekaligus sehat dengan biaya murah? Ini caranya: (fyi, saya rutin berolahraga lari 2x seminggu).

Pertama: Bergabung dengan komunitas

Saya bergabung dengan komunitas Indorunner Jakarta, yang rutin melakukan kegiatan lari bersama-sama setiap Kamis malam dan Minggu pagi di FX – Gelora Bung Karno.

Di kegiatan ini saya cuma ikut setiap hari Kamis malam saja, dimana jadwal mulainya disesuaikan dengan jadwal pulang kantor yaitu jam 8 malem. Ngga ada alesan untuk males, karena ada puluhan (kadang ratusan) teman yang berlari bersama.

Dari segi biaya? Murah meriah. Cukup sediakan Rp 3000 untuk Aqua botol (sesuai harga penjual minuman di GBK) dan Rp 6000 untuk ongkos parkir di FX). Ini asumsinya sepatu lari dan pakaian lari udah ada yah, perlengkapan umum setiap orang soalnya.

Kedua: Berlari di Ragunan

Di sabtu atau minggu pagi, saya berolahraga sendiri (ditemenin istri sih sebenarnya). Untuk tempat, saya memilih kebun binatang Ragunan. Kenapa Ragunan? Karena lokasinya dekat dari rumah dan suasananya yang super sejuk.

Akhirnya kegiatan lari disini jadi seperti wisata, jalur yang ingin dilalui bisa dipilih sesuka hati. Mau ngikutin jalanan besar oke, mau sambil lewat kandang-kandang binatang juga ngga ada larangan (asal kuat aja karena treknya yang naik turun).

Serunya lagi, ternyata banyak juga yang orang yang berlari atau bersepeda di Ragunan saat weekend. Khusus sabtu pagi, banyak juga klub lari para expatriate yang mengambil lokasi di sini.

Biayanya? Cukup biaya parkir Rp 6000 dan tiket masuk Ragunan Rp 4500, plus Rp 3000 untuk sebotol Aqua. Murah meriah. (Tips untuk yang mo lari di Ragunan, usahakan selesai sebelum jam 8 pagi. Lepas dari jam 8 lokasi lari sudah mulai ramai dengan  pengungjung).

Lari = Murah

Dari contoh di atas bisa dilihat bahwa untuk berolahraga demi kesehatan sebenarnya tidak memerlukan biaya mahal. Untuk lari, setiap minggu saya hanya mengeluarkan Rp 22.5ribu atau Rp 90ribu per bulan.Bandingkan dengan biaya bulanan fitness. Itu belum termasuk biaya parkir dan minum lho ;p

Memang ada biaya lain-lain yang mahal seperti pakaian, jam, dan aksesoris lainnya. Namun dalam perbandingan dengan fitness tidak saya perhitungkan karena biaya yang sama juga akan dikeluarkan jika kita memilih fitness.

Olahraga dalam pengelolaan anggaran pribadi

Nah ini intinya. Saya bukan mau bilang lari lebih bagus dari fitness yah, cuma mau melihat olahraga dari sisi perencanaan keuangan saja.

Dalam perencanaan keluarga, pengelolaan anggaran merupakan hal yang penting. Jika anda memiliki banyak tujuan keuangan dengan kondisi pendapatan yang pas-pasan, dan di satu sisi masih terbebani dengan biaya olahraga yang mahal, mungkin bisa beralih ke alternatif olahraga lain yang juga menyehatkan dan menyenangkan namun lebih ekonomis dari sisi biaya.

Selamat berolahraga.

 

Image: www.123rf.com

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: