Pelajaran Keuangan yang Bisa Kita Ambil dari Tahun 2020

Sudah memasuki tahun 2021, bahkan sudah mulai masuk ke minggu ketiga. Pasti banyak yang setuju, bahwa tahun 2020 itu adalah tahun yang penuh dengan perjuangan; dari sisi kesehatan dan juga dari sisi finansial.

Kalau dari sisi kesehatan sih sudah jelas. Pandemi COVID-19 yang tadinya dianggap remeh, ternyata berimbas cukup parah. Saat artikel ini ditulis hampir 900 ribu orang telah terinfeksi. Vaksin memang sudah mulai diberikan, tetapi entah sampai kapan bisa benar-benar mengendalikan laju penyebaran si virus.

Tak pelak, pandemi juga berakibat ke ekonomi, hingga memengaruhi sisi kehidupan finansial kita.

Nah, pelajaran keuangan apa saja yang bisa kita dapatkan dari apa yang terjadi di tahun 2020? Mari kita lihat satu per satu.

Pelajaran Berharga dari Tahun 2020

Pelajaran Keuangan yang Bisa Kita Ambil dari Tahun 2020

#1 Jangan lagi remehkan dana darurat

Ada yang memprediksikan kondisi ekonomi yang seperti sekarang ini?
Pandemi memaksa kita untuk menjaga jarak satu sama lain. Bahkan harus terpaksa kerja dari rumah. Iya, kalau pekerjaannya memang bisa dilakukan secara online sih ya mending. Ada pekerjaan yang sama sekali nggak bisa dikonversi ke online.

Karena sebagian besar lantas bekerja dari rumah, akhirnya upah dan gaji juga dipangkas. Lebih parah lagi, terjadi gelombang PHK. Banyak yang penghasilannya menurun, tak hanya para pekerja. Bahkan ada yang hilang sama sekali.

Dana darurat, yang keberadaannya sering diabaikan, sekarang jadi senjata ampuh untuk bertahan. Bisa dilihat sih, mereka yang survive di tengah krisis 2020 adalah mereka yang punya jaring pengaman yang cukup.

Jangan anggap remeh lagi dana darurat. Belajar dari tahun 2020, buatlah dana darurat kamu sekarang juga.

#2 Peluang juga muncul bahkan di saat krisis

Kalau lagi kondisi krisis, pasar modal sudah pasti juga akan kena efek. Saham-saham didiskon besar-besaran. Sebagian besar orang lebih memilih untuk menyelamatkan diri dengan mengubah instrumen investasinya.

Buat yang punya amunisi cukup, ini kesempatan langka. Alhasil, selain banyak yang melepas saham, banyak pula yang meraup untung karena masuk ketika banyak orang keluar dari pasar modal karena dilanda panik.
Pelajaran penting nih, bahwa peluang itu sebenarnya selalu ada, bahkan di saat krisis sekalipun. Masalahnya, cukup jeli nggak kita dalam menangkapnya?

#3 Munculnya beberapa tren instrumen investasi baru

Emas menjadi instrumen favorit beberapa bulan yang lalu. Bahkan nilainya sampai menembus Rp1 juta satu gramnya. Semakin tinggi harga, semakin banyak orang memburunya pula.

Selain emas, juga ada instrumen baru lainnya loh. Sepeda Brompton.
Ada yang ngoleksi juga?

#4 Keuangan kita, tanggung jawab kita sendiri

Selama tahun 2020 kemarin, kita juga banyak mendengar kasus pengelolaan dana yang diselewengkan. Pastinya hal ini menjadi pelajaran tersendiri yang mesti kita ingat betul ke depannya.

Boleh saja sih, jika kita memercayakan aset kita untuk dikelola oleh orang lain. Bisa saja memang kita merasa kurang capable untuk bisa mengembangkannya. Tetapi, memercayakan bukan berarti lantas nggak dipantau sama sekali juga.

Justru, karena dikelola oleh orang lain, kita harus bisa memantaunya dengan lebih serius lagi.

Mungkin kita memang merasa kurang terampil, tetapi sebenarnya bukan berarti lantas kita nggak mau belajar kan? Keuangan ini bisa kok dipelajari, tentunya dengan praktik terus menerus.

Mau dibuatkan rencana keuangan oleh financial planner? Boleh saja, tetapi belajarlah dari si finplanner, bagaimana cara mengelola keuangan; mulai dari membuat rencana keuangan, lalu bagaimana implementasinya, dan bagaimana cara me-review-nya. Setahun dua tahun bareng si finplanner, selanjutnya kita mesti bisa kelola keuangan kita sendiri.
Keuangan kita, tanggung jawab kita sendiri.

#5 Berhati-hati dalam memilih produk keuangan

Nggak hanya investasi saja yang punya segudang masalah di tahun 2020 kemarin, industri asuransi pun juga bergejolak. Seperti kasus Jiwasraya sebenarnya mulai bergulir di akhir tahun 2019, tetapi setelah itu juga banyak perusahaan asuransi lain yang juga terkena kasus gagal bayar.

Kadang kita juga sudah berusaha untuk “teliti sebelum membeli”. Nama besar seperti Jiwasraya, ya, siapa sih yang akan meragukan? Perusahaan asuransi yang sudah lama berdiri, berpelat merah pula.

Jadi, gimana dong? Yah, memang ada sedikit faktor luck juga sih, apes betul kalau misalnya kita sudah melakukan riset, sudah pertimbangan panjang, tapi akhirnya kena masalah juga.

Solusinya terus gimana? Berdoalah. Semoga dijauhkan dari peluang-peluang seperti ini.

Itu dia beberapa pelajaran keuangan yang bisa kita ambil dari krisis di tahun 2020, terutama akibat pandemi.

Memang, tahun 2020 ini luar biasa. Tapi percayalah, suatu hari nanti, barangkali kita akan menceritakannya pada anak cucu kita dengan bangga—bahkan bisa saja sambil menangis dan tertawa sekaligus. Menangis karena mengingat perjuangan yang begitu berat, tertawa karena pada akhirnya kita bisa juga melewatinya dengan baik.

Semoga tahun 2021 ini lebih baik ya! Mari berjuang bersama.

Leave a Reply