Diecast: Sekedar Mainan Atau Investasi?

Investasi alternatif

Melanjutkan postingan saya sebelumnya mengenai investasi, kali ini saya akan membahas mengenai bentuk lain investasi alternatif yang bisa menjadi pilihan menarik bagi yang memahami dunia ini (baca juga: Aspek terpenting dalam investasi).

Apa investasi alternatif yang akan saya bahas kali ini? Diecast. Apaan tuh? Yuk kita bahas.

Diecast: bukan sekedar mainan

Pembahasan ini saya angkat sebenarnya karena terpacu oleh sebuah pembahasan yang sama di tabloid Kontan edisi 6 Juni 2016 dengan judul “Bukan untuk main mobil-mobilan”. Pas banget, dari dulu saya pingin bahas juga topik yang sama 🙂

Buat yang ngga familiar, diecast itu adalah sebutan umum untuk miniatur mobil, sepeda motor ataupun jenis kendaraan lainnya yang terbuat dari bahan metal atau logam. Pernah tau mobil-mobilan kecil yang banyak dijual di supermarket dengan merk Hot Wheels? Atau Match Box dan Tomica? Nah, itu contoh diecast, hehehe. Miniatur diecast itu ada skalanya. Kalau yang biasa dijumpai di supermarket (merk Hot Wheels atau Match Box) adalah miniatur dengan skala 1:64.

Penggemar diecast di Indonesia ini ternyata banyak banget. Mereka bukan anak-anak kecil lho, tapi para kolektor berusia dewasa yang berburu berbagai macam miniatur yang menarik. Sampai-sampai ada expo nya segala. Dan untuk tahun 2016 ini akan diselenggarakan di bulan Oktober 2016 nanti di Balai Kartini Jakarta.

Sekedar data, di acara serupa tahun 2015 lalu yang berlangsung cuma 2 hari, tercatat ada lebih dari 10.000 pengunjung yang hadir dengan jumlah transaksi sekitar Rp 2 Milyar. Fantastis banget.

Padahal kalau dipikir-pikir, ini kan cuma mainan anak-anak yang dengan harga puluhan ribu 🙂 Tapi anda ngga akan nyangka jika mainan ini bisa mendatangkan keuntungan berkali-kali lipat.

Diecast: dalam perspektif saya pribadi

Buat saya, diecast hanyalah mainan yang sangat digemari oleh anak saya. Hampir setiap minggu anak saya selalu minta dibelikan mainan ini jika ikut menemani saya dan istri berbelanja bulanan. Alhasil sekarang dia udah punya sekitar 200 buah mobil-mobil diecast ini.

Pilihan mainan yang tepat untuk anak

Buat saya diecast (skala 1:64) adalah pilihan mainan yang tepat untuk anak saya karena:

  1. Harganya murah. Memang sih harganya naik beberapa kali, dan terakhir yang saya beli harganya Rp 29.500. Masih relatif murah.
  2. Banyak pilihan. Jadinya anak tidak gampang bosan. Tapi jadinya saya tidak mementingkan model mobil. Terserah si anak lah mau pilih yang mana 🙂
  3. Tahan banting. Yes, mainan ini literally tahan banting 🙂 Ini yang bikin saya senang. Mau dibanting kek, dilempar ke tempok kek, bahkan diinjak-injak, tetap aja ngga apa-apa. Paling cuma beset-beset. Awet dah.

Diecast: dalam perspektif kolektor

Pemahaman saya tentang diecast hanyalah sebuah mainan jadi berubah saat beberapa tahun lalu saya bertemu dengan seorang teman yang ternyata adalah seorang kolektor diecast. Pembicaraan yang tidak disengaja tapi membuka wawasan saya tentang diecast sebagai alat investasi.

Miniatur mobil langka atau punya sejarah khusus

Berbeda dengan saya, seorang kolektor justru mementingkan diecast yang memang langka dan punya cerita tersendiri di belakangnya. Semakin unik semakin bagus.

Contoh 1: Mitsubishi Evo VII

Teman saya bercerita mengenai salah satu koleksinya yang saat itu sedang ditawar oleh beberapa kolektor. Koleksinya tersebut adalah mobil Mitsubishi Evo VII warna kuning lemon. Harga waktu mobil tersebut dibeli adalah Rp 250.000. Dan penawaran yang masuk ke dia sudah di angka Rp 750.000. Secara nominal sih kecil, tapi secara persentase keuntungan? Itu 3x lipat harga beli lho.

Kok bisa? Karena ternyata, mobil yang dimaksud adalah mobil yang dipakai oleh Paul Walker di film 2 Fast and 2 Furious. Dan saat pembicaraan kami berlangsung, Paul Walker baru saja meninggal. Itu lah kenapa harganya tiba-tiba meroket.

Contoh 2: Miniatur Ferrari

Dia juga bercerita bahwa saat itu dia juga mengoleksi beberapa miniatur mobil Ferrari, ada miniatur mobil F1 dan ada juga miniatur mobil sedan sport Ferrari (saya lupa skala mobilnya sih). Menurut dia harga mobil-mobilnya ini akan segera melambung tinggi, so dia sedang menunggu waktu yang tepat untuk mulai menjual.

Mengapa dia yakin harga koleksinya ini akan melambung tinggi? Karena saat pembicaraan kami berlangsung, Michael Schumacher sedang dalam kondisi koma akibat kecelakaan saat bermain ski di Pegunungan Alpen.

Begitu beliau meninggal, temen saya yakin harga koleksinya akan membumbung tinggi. Ini harapannya ngga bener banget sih, tapi ya gitu deh yang ada di dunia investasi. Good and bad news selalu menjadi pemicu naik turunnya harga. Dan akhirnya temen saya harus kecewa karena sampai sekarang Michael Schumacher masih hidup, hehehe…

Poin penting dari koleksi dan investasi diecast

Dari penjabaran diatas, jelas lah ya kalau untuk kalangan kolektor, diecast adalah suatu instrumen yang lebih dari sekedar mainan dan bisa menjelma menjadi alat investasi yang menguntungkan. Menarik, namun bukan berarti ini adalah instrumen untuk semua orang.

#1. Untuk sebagian orang, diecast adalah investasi. Untuk sebagian lainnya, diecast tetap mainan biasa.

Yes, ini berlaku untuk saya. Buat saya, diecast hanya sekedar mainan untuk anak yang tahan lama. Tidak lebih. Tapi buat orang yang menggeluti dunia diecast, mengerti mengenai pasar diecast, maka mainan ini adalah alat investasi yang menguntungkan.

#2. Investasi yang menyenangkan.

Namanya juga hobi, jika memang ternyata ada diecast yang harganya tidak meningkat, toh masih tetap bisa dijadikan pajangan di lemari mainan. Kurang menyenangkan apa coba?! 🙂 Bandingkan dengan beli saham. Kalau ternyata harganya drop, ya hanya bisa tepok jidat, hehehe…

#3. Bukan investasi untuk semua orang.

Saya lah contoh jelas. Jika saya memaksakan diri untuk ikut-ikutan masuk dunia diecast untuk investasi, bisa saja saya jadinya cuma berspekulasi atau berjudi (baca juga: Investasi vs Judi). Saya ngga ngerti mengenai dunia diecast selain dari sudut pandang mainan. Bisa jadi harga pembeliannya akan sangat tinggi untuk berakhir hanya sebagai mainan anak 🙂

#4. Pelajari dengan baik jika ingin mencoba berinvestasi.

Seperti juga instrumen lainnya, pelajari terlebih dahulu seluk beluknya sebelum akhirnya mencoba membeli diecast untuk berinvestasi. Hal ini termasuk juga memahami tentang market yang ada serta bagaimana harga diecast dapat bergerak.

=====

Akhir kata, semoga sharing ini bisa berguna untuk menambah wawasan kita mengenai instrumen alternatif untuk investasi.

Selamat berinvestasi..!!

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: