Ngajarin Anak Investasi Saham? Kenapa Tidak?

Setiap anak pasti berbeda, pandangan orang tua terhadap cara mengajar pun nggak mungkin sama. So, please sharing kalau ada yang sudah duluan mengajari anak tentang uang atau investasi pada anak, supaya yang baru atau akan mulai ngajarin investasi bisa ikut belajar juga.

Saat ini banyak orang tua yang ingin anaknya sudah bisa mengenalkan konsep investasi sejak dini, sudah bisa belajar konsep uang dengan baik sejak kecil, sehingga saat besar nanti bisa sukses dalam keuangannya. Menarik, banyak tuturial cara mengajarkan investasi pada anak, tapi banyak juga tantangannya.

Pasti tau Warren Buffet kan? Tau ngga kalau pada usia 11 tahun, Warren membeli saham pertamanya. Dia membeli 6 saham preferen Cities Service; 3 saham untuk dirinya sendiri, dan 3 saham untuk saudara perempuannya–Doris–dengan harga $ 38 per saham. Harga saham kemudian jatuh ke $ 27, tetapi segera naik kembali ke $ 40. Warren dan Doris menjual saham mereka dengan profit $ 2 per saham.

Terinspirasi dari Warren Buffett yang membeli saham pertamanya di usia 11 tahun, maka kita bisa tahu, bahwa sebenarnya anak-anak pun seharusnya sudah bisa diajak untuk memahami konsep investasi di usia yang sama. Mungkin ngga harus tepat di usia 11 tahun, tapi ternyata anak belajar investasi saham itu bisa banget untuk dijalankan.

Kalau Opa Warren bisa, mengapa kita tidak?

Tahap Awal Mulai Perkenalan Saham Pada Anak

Ngajarin Anak Investasi Saham? Kenapa Tidak?

Sebelum sampai tahap mengajarkan anak tentang konsep saham, ada beberapa tahapan yang harus disiapkan dulu. Berikut tahapannya:

  • Tahap 1: Pengenalan nilai uang, bisa mulai dikenalkan sejak anak berusia 5 tahun, dengan mengenalkan nilai uang saat anak mulai bisa mengenal angka.
  • Tahap 2: Belajar dari mana uang berasal. Bisa mulai dikenalkan sejak anak berusia 5 tahun, dengan mengajaknya ke ATM dan dijelaskan dari mana uang dalam mesin itu berasal.
  • Tahap 3: Belajar konsep mahal dan murah. Bisa dimulai di usia 6 tahun, dengan cara percaya pada anak untuk memutuskan sendiri keinginannya ketika membeli makanan atau minuman.
  • Tahap 4: Penggunaan 3 stoples. Bisa mulai diajarkan ketika anak berusia 7 tahun, saat ia sudah mulai menerima uang saku. Kenalkan pada konsep menabung, belanja, dan sedekah atau berbagi.
  • Tahap 5: Cara memperoleh uang. Ketika anak berusia 9 tahun, kita bisa mulai mengenalkan uang yang diperoleh dengan usaha. Misalnya, ajak anak untuk melakukan proyek berjualan di sekolah. Atau bisa juga dengan mengajaknya melakukan beberapa pekerjaan rumah yang ringan–yang sebenarnya tidak termasuk kewajibannya–untuk memperoleh uang. Misalnya, membantu mencuci mobil, atau hal-hal semacamnya.

Nah, setelah anak mulai paham berbagai hal terkait uang seperti di atas, setidaknya mulai di usia 10 tahun, kita bisa mulai memperkenalkannya pada investasi saham pada anak.

Langkah-Langkah Mengenalkan Saham pada Anak

Konsep Untung Rugi

Pengalaman anak di tahap 5–ketika anak belajar cara memperoleh uang–akan sangat membantu di sini, terutama untuk menjelaskan mengenai konsep usaha dan risiko.

Dalam prosesnya, anak perlu paham bahwa ada untung dan rugi yang bisa terjadi ketika kita berinvestasi saham, plus kenapa usaha perlu tambahan uang untuk modal, dan bagaimana cara mengusahakan penambahan modal ini.

Kenalan dengan Warrenn Buffett

Setelah pengalaman anak tentang bagaimana cara memperoleh uang, coba ajak anak untuk menonton channel edukasi YouTube Warren Buffett untuk anak-anak, yaitu The Secret Millionaires Club.

Dari video-video yang ada, kita bisa mempelajari banyak hal, terutama bahwa untuk bisa menjadi seorang miliuner (baca: orang yang sukses), ada banyak nilai selain keuangan yang mesti dipahami juga.

Channel ini lumayan membantu loh. Tantangan beratnya ada pada tahap mengalihkan perhatian anak dari channel games online lain di YouTube.

Cerita Investasi Warren Buffett

Nama Warren Buffett akhirnya jadi enggak asing di telinga anak-anak. Jadi langkah berikutnya adalah cerita tentang investasi saham Warren di usia 11 tahun. Setelah itu, diikuti dengan berbagai kisah sukses lainnya yang diperoleh dari saham.

Lalu dari situ, pelan-pelan mulai cerita tentang saham. Cerita-cerita dari media aja, cari yang paling simpel yang bisa diceritakan dan mudah dipahami. Ingat, bahwa kita ngomong sama anak usia 10 – 11 tahun, jadi meski mereka pada dasarnya cerdas, tetapi ada beberapa hal yang juga masih terbatas.

Kalau sudah, tambah lagi ceritanya tentang perusahaan-perusahaan terbuka yang produknya sering dipakai di rumah.

Misalnya saja, Roblox.

Roblox adalah platform games online, yang memungkinkan user memprogram permainan mereka sendiri, dan bisa juga memainkan permainan yang dibuat oleh pengguna lain. Jadi, semacam media sosial yang terkombinasi dengan situs games online. Roblox cukup populer di kalangan anak-anak, dan berita baiknya, perusahaan ini juga baru saja IPO di awal 2021 lalu.

So, kalau si anak suka banget main di Roblox, ini bisa jadi cerita menarik untuknya, membuat cerita tentang apa itu IPO, bursa saham, dan lot dengan mudah dicerna.

Mulai Ajari Anak Beli Saham

Dan, selanjutnya, ya mulai saja beli saham.

Ingat, beli saham dari perusahaan yang sudah dikenal. Roblox memang melantaikan sahamnya di bursa saham di Amerika sono, tetapi pastilah ada satu dua saham yang dikenal anak di Bursa Saham Indonesia. Misalnya saja, TLKM, kalau dia suka internetan di rumah dan kebetulan pakai Indihome. Atau MYOR karena dia suka Beng-beng.

Coba beli saja dulu 1 lot, dan kemudian amati ketika harga saham turun maupun naik, bagaimana reaksinya. Kalau dia tetap semringah saja ketika harga berfluktuasi, maka selamat, kita baru saja berhasil memberinya pemahaman yang benar.

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya gimana nih kalau mau ngajarin anak investasi saham?

Ada beberapa hal:

  • Ngajarinnya harus pelan-pelan, dan sabar. Bisa jadi butuh waktu tahunan. Enggak apa-apa. Yang penting kita juga tetap semangat dan konsisten.
  • Jangan maksa dan jangan marah kalau dia nggak paham. Ngajarin orang dewasa aja kadang butuh waktu panjang, apalagi anak seusia SD.
  • Nggak harus dimulai di usia 10 atau 11 tahun, sesiap anaknya saja. Jangan dipaksa.
  • Nggak usah ngajarin yang susah-susah. Saat ini, mungkin anak akan berpikir mahal atau murahnya harga saham cuma dilihat dari harga nominalnya saja. Nggak apa, biarkan saja. Kan pusing juga ngajarin PEV, PER, dan sebagainya ke anak-anak usia segitu.

Nah, ada yang juga sudah mengenalkan saham pada anak-anak? Ada tip lain mengajarkan anak investasi saham, yang belum termasuk dalam cerita di atas? Sila ditulis di kolom komen ya. Mari sama-sama belajar!

Leave a Reply